• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bonerutzy berpose di persimpangan jalan di Kabupaten Malang.

Bonerutzy berpose di persimpangan jalan di Kabupaten Malang. (Foto: Instagram Bonerutzy)

Bonerutzy, Rapper Berbakat Asli Malang dengan Lirik Membangkitkan Semangat

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Bonerutzy boleh dibilang salah satu musisi berbakat asli Malang. Rapper asal Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini dikenal dengan lirik lagunya yang cerdas dan membangkitkan semangat. Belum lama ini, pada Oktober 2021 lalu, dia meluncurkan album terbarunya.

Salah satu lagu Bonerutzy yang populer di kalangan pendengar berjudul Malang Kuat featuring dr Syifa Mustika dan Vivi Mambo. Melalui lagu tersebut, dia meminta warga Malang untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kesehatan dengan lirik yang berima dan irama yang asyik.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

I Love Indonesia featuring Vivi Mambo merupakan lagu populer lainnya yang bercerita tentang kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Indonesia. Dalam suatu kesempatan, Bonerutzy menjelaskan inspirasinya dalam menulis lirik lalgu. Menurutnya, kebanyakan yang ditulis terinspirasi dari perjalanan hidupnya.

“Dari setiap kejadian yang saya alami, saya ambil sisi hikmahnya. Supaya orang yang mendengarkan bisa relate, bisa klik, dan lagunya bisa menginspirasi,” bebernya.

b4430379 4355 40c5 a08d 8f07ff5cd17a
Bonerutzy saat tampil di kafe. Foto: Instagram Bonerutzy

Selain itu, dia juga menulis berdasarkan kejadian dan fenomena yang ada di sekelilingnya, bahkan ada juga yang datang tanpa sengaja.

“Bisa dari teman, dari kejadian yang saya lihat. Kebanyakan inspirasi liriknya datang secara tidak sengaja,” ujar pria berusia 41 tahun ini.

“Saya tidak banyak membaca, tapi Allah memberikan banyak hadiah perjalanan hidup yang bisa buat cerita,” imbuhnya.

Bonerutzy adalah nama panggung dari pria yang akrab disapa Boim ini. Bonerutzy memiliki arti Si Boim dari Nerut. Nerut adalah boso walikan dari Turen.

Meskipun baru merilis album perdana sebagai Bonerutzy di tahun 2021, pria bernama asli Iim Hardian Ansori ini telah aktif bermusik sejak 26 tahun yang lalu.

“Saya bermusik di Turen sejak SMP atau sekitar tahun 1996. Waktu itu saya bermusik dengan sahabat saya, Basia Kaban,” ujar Bonerutzy memulai ceritanya.

Basia Kaban adalah keyboardist dari band Flanella yang sempat populer di pertengahan dekade 2005. Ia keluar dari band tersebut dan kemudian bergabung dengan band Roulette.

377b4597 45c0 4310 8fa3 bd0cbd0c4974
Bonerutzy. (Foto: Instagram Bonerutzy)

Sama seperti Bonerutzy, Basia juga berasal dari Turen. Mereka berdua sama-sama bersekolah di SMP Negeri 1 Turen dan tergabung dalam satu band.

Setelah lulus SMP, keduanya sama-sama melanjutkan ke SMAN 8 Malang, namun mereka tidak tergabung dalam satu band lagi.

“Waktu SMA kami bermusik sendiri-sendiri dengan genre masing-masing,” kenang Bonerutzy.

“Jadi saya sejak SMP sudah di panggung. Kuliah sudah masuk di kafe-kafe dan mulai memproduksi lagu sendiri,” imbuhnya.

Di awal tahun 2020, saat pandemi COVID-19 mulai melanda, dia kembali bertemu dengan sahabatnya, Basia yang waktu itu baru pulang dari Australia.

“Basia stay di Indonesia, tidak bisa kembali ke Australia karena masalah perizinan. Akhirnya kami memutuskan untuk berkarya bersama,” tutur Bonerutzy.

Basia mulai melakukan repackage lagu-lagu yang dia ciptakan saat masih di band Flanella maupun Roulette.

Salah satu lagu yang dia repackage ulang adalah lagu band Roulette yang berjudul Indah pada Waktunya. Lagu tersebut awalnya bergenre pop, kemudian diubah menjadi R&B.

“Saya diminta mengisi bagian rap dari lagu tersebut,” ujar Bonerutzy.

Mereka pun lanjut mengerjakan proyek selanjutnya dengan menggandeng MC ternama Oneng Sugiarta. Lagu pertama yang mereka rilis berjudul Riyoyo dan dirilis pada 13 Mei 2021.

Setelah merilis lagu tersebut, mereka berencana membuat album dengan Basia sebagai music director. Namun takdir berkata lain, Basia berpulang di bulan Juni 2021 sehingga proyek tersebut sempat terhenti.

“Sebulan setelah Basia berpulang, Mas Oneng memanggil saya. Mas Oneng bilang ingin meneruskan cita-cita almarhum. Saya dengan senang hati (menyetujui). Akhirnya albumnya kita teruskan dan produsernya adalah Mas Oneng,” beber Bonerutzy.

5aee2402 0590 47df 992a f8bf369b93f4
Almarhum Basia Kaban (kiri) dan Bonerutzy (tengah). (Foto: Instagram Bonerutzy)

Bonerutzy yang telah tergabung di Oneng Sugiarta Entertainment akhirnya merilis album perdananya yang bertajuk Isoman di bulan Oktober 2021.

Saat ini seluruh lagu di album Isoman dapat didengarkan di semua platform musik digital seperti YouTube, Spotify, Joox, dan sebagainya.

“Kami produksi album tersebut mulai Juni hingga Oktober. Ada 10 lagu dan lima video klip. Semuanya bisa ditonton di akun YouTube-nya Oneng Sugiarta Entertainment,” papar pria berkacamata ini.

Di samping itu, dia juga berencana merilis versi terbaru lagu Indah pada Waktunya yang dulu digarap oleh Basia.

“Nanti kami mau ada tribute to almarhum Basia. Semua karya-karyanya dia dan video klip yang sudah dibuat tapi belum dirilis itu nanti akan kami naikkan semua,” tutup Bonerutzy.

Tags: BonerutzyKabupaten MalangMusisi Asli MalangRapper Asal Malang
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Pasutri yang tewas kecelakaan di Jalan Cempaka Atas, perbatasan Dusun Toyomerto dan Krebet, Desa Pesanggrahan, Kota Batu.

Rem Blong, Pasutri Tewas di Jalanan Menurun Kota Batu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID