• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bong cino

Makam Mbah Buyut Tondo, pembabat Kampung Ketandan (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Menelusuri Jejak Bong Cina di Kampung Ketandan Surabaya, Ada Masjid dan Makam Kuno

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Di tengah hiruk-pikuk kesibukan Kota Surabaya, jejak-jejak sejarah berupa kompleks Bong Cina di masa lalu hingga kini masih bisa ditemui. Tepatnya, di Kampung Ketandan, Surabaya. Kampung yang ditinggali oleh kurang lebih 600 KK ini dulungnya disebut-sebut sebagai kompleks pemakaman etnis Tionghoa atau Bong.

Secara administrastasi, Kampung Ketandang dihimpit oleh Jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang, Kelurahan Genteng. Lokasinya tak jauh dari mall terbesar kedua di Indonesia, Tunjungan Plaza.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

“Dulu di sini semuanya Bong, sampai Embong Malang. Kemudian terpendam lalu jadi kampung ini,” kata salah satu tokoh masyarakat asli Kampung Ketandan Sandhi (54).

Sayangnya, keberadaan Bong kini tinggal kenangan. Hanya ada beberapa nisan Cina yang bisa ditemui di beberapa titik dan terserah di Kampung Ketandan. Bahkan salah satu Bongpay (nisan) dengan pelataran aksara Cina beralih menjadi penutup gorong-gorong. Ukuran beberapa Bongpay yang ditemui di sini kurang lebih 1 meter x 80 centimeter.

“Memang belum dikumpulkan jadi satu sebagai penanda kalau penemuannya di titik ini,” ujarnya.

Di kampung ini, juga terdapat makam Mbah Buyut Tondo, leluhur yang dipercaya sebagai pembabat alas Kampung Ketandan dan hingga kini disakralkan oleh penduduk setempat.

Ada enam makam yang ditemukan di komplek makam Mbah Buyut Tondo. Dua di bagian depan dipercaya sebagai penjaga Mbah Buyut Tondo. Lalu makam Mbah Buyut Tondo sendiri berdampingan dengan istri dan dua anaknya.

Untuk masuk ke area makam, Sandhi menuturkan jika seseorang harus dalam keadaan suci. Pintu kayu dengan ukiran yang khas bertuliskan Mbah Buyut Tondo menjadi pembuka. Lalu, disambut dengan pohon beringin yang rindang berumur ratusan tahun.

“Setip malam suro sama Jumat legi, banyak pengunjung dari mana-mana itu pada ke sini (makam). Semuanya ngadain sedekah bumi,” tuturnya.

Melansir dalam situs sejarah Kota Surabaya milik Begandraing, makam ini diperkirakan berumur 1700-1800 an.

Makam Mbah Buyut Tondo juga satu lokasi dengan Pendopo Cak Markeso, pendopo bernuansa Jawa yang diresmikan Wali Kota Surabaya pada 2016 silam.

“Di pendopo ini tempat pusat kegiatan warna. Dulu kebanyakan orang sini profesinya pemain ludruk, termasuk saya generasi keempat,” ucap Sandhi.

Bong Cino 2
Bongpay (nisan) dengan aksara Cina beralih menjadi penutup gorong-gorong (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Di Gang Ketandan Lor, juga terdapat masjid kuno yang kini bersama An-Nur. Masjid ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1915 dan sudah mengalami empat kali renovasi. Seperti yang tertulis di atas pintu masuk masjid ini.

Meski pernah mengalami perombakan di tahun 1958, masjid ini masih menyisakan beberap strukturnya yang asli, seperti tembok, jendela, kusen dan pilar-pilarnya khas bangunan era kolonial Belanda.

Masjidnya tak begitu besar, kira-kira berukuran 10×5 meter. “Dari dulu memang sudah digunakan warga sini, awalnya mushola,” bebernya.

Bong Cino 1
Masjid An-Nur, bangunan lama peninggalan sejarah di Kampung Ketandan (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Sandhi juga menceritakan, saat dilakukan penggalian di lokasi masjid, ditemukan dua botol minum peninggalan prajurit Belanda. Botol tersebut berbahan tanah liat dan bertuliskan bahasa Belanda “Rotterdam”.

Dua botol tersebut tersimpan rapi di balai RW 4 Ketandan. Kini, Kampung Ketandan beralih menjadi salah satu destinasi wisata heritage di Kota Pahlawan.

Bong Cino 3
Botol minum peninggalan prajurit Belanda yang ditemukan di Kampung Ketandan (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Warga berharap, jejak-jejak sejarah di Kampung Ketandan akan terjaga rapi. Salah satunya dengan pembangunan museum.

“Nanti kalau ada dana, kami rencananya akan membangun museum. Temuan-temuan sejarah tadi diletakkan di sana,” tandasnya.

 

 

Reporter: Izzatun Najibah

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Kota SurabayaSejarah SurabayaSurabaya
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Pak Markeso

Kuliner Legendaris Sejak 1987, Soto Daging Pak Markeso Harga Ekonomis

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID