Buka Pelatihan Kepemimpinan, Sekda Tuban Minta Pejabat Eselon IV Bisa Terjemahkan Proker OPD - Tugujatim.id

Buka Pelatihan Kepemimpinan, Sekda Tuban Minta Pejabat Eselon IV Bisa Terjemahkan Proker OPD

  • Bagikan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban Dr Budi Wiyana saat membuka pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pejabat eselon 4. (Foto: Humas Pemkab Tuban/Tugu Jatim)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban Dr Budi Wiyana saat membuka pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pejabat eselon 4. (Foto: Humas Pemkab Tuban/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban Dr Budi Wiyana membuka secara resmi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VI Tahun 2021 Kabupaten Tuban di Pendapa Krido Manunggal Tuban, Selasa (23/02/2021).

Di hadapan peserta pelatihan, Sekda Budi Wiyana meminta agar peserta menerapkan poin-poin yang tertuang dalam pakta integritas. Di antaranya, mematuhi setiap peraturan hingga memenuhi hak dan kewajiban sebagai peserta.

“Setiap tugas yang diberikan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Budi berpesan, peserta pelatihan yang merupakan pejabat eselon IV menjadi ujung tombak menerjemahkan program kerja (proker) dari organisasi perangkat daerah (OPD). Karena itu, pejabat yang membidangi harus segera menyusun langkah ke depan mulai dari pelatihan. Nantinya kertas kerja yang disusun dapat dilaksanakan juga dikembangkan di unit kerja masing-masing.

Saat pelatihan kepemimpinan pejabat eselon IV di Tuban. (Foto: Humas Pemkab Tuban)
Saat pelatihan kepemimpinan pejabat eselon IV di Tuban. (Foto: Humas Pemkab Tuban)

Mantan kepala Bappeda Tuban itu menekankan, dalam menjalankan tugas setiap aparatur tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. Mereka harus menyesuaikan dengan kondisi riil dan terkini.

Inovasi menjadi kunci penting untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul. Inovasi yang disusun harus memuat sejumlah permasalahan sekaligus solusi yang ditawarkan.

Selanjutnya, Pemkab Tuban melalui BKPSDM akan mengevaluasi kertas kerja yang dikumpulkan. “Sekiranya dapat direalisasikan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada,” sambung Budi.

Perwakilan BPSDM Jawa Timur Gentur Prihantono menerangkan, peserta pelatihan akan menempuh pembelajaran selama kurang lebih 830 jam pelajaran atau setara 90 hari. Sejumlah materi yang akan mereka terima, di antaranya kepemimpinan, Pancasila, bela negara, pelayanan publik, dan aktualisasi kepemimpinan.

Melalui pelatihan ini, aparatur Pemkab Tuban dapat meningkatkan kualitas dan kompetensinya. Pelatihan di masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan baru bagi pelatih maupun peserta.

“Kami bersama-sama akan mengoptimalkan metode kelas maupun daring. Peserta juga diharapkan menginternalisasi nilai-nilai luhur dengan penuh tanggung jawab sebagai abdi negara,” tambahnya.

Dia menambahkan, kepemimpinan diperlukan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di setiap daerah. Pemerintah daerah didorong mampu mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan global tanpa mengabaikan dampak pandemi Covid-19.

Sedangkan Kepala BKPSDM Tuban M. Nur Hassan dalam laporannya menyebutkan pelatihan ini akan berlangsung pada 23 Februari sampai 9 Juni 2021. Teknis pelatihan akan memanfaatkan teknologi berbasis daring, tatap muka memperhatikan protokol kesehatan (prokes), dan perilaku hidup bersih serta sehat.

“Kami skan menerapkan metode ceramah, seminar, simulasi, studi lapangan, dan penulisan laporan,” ujarnya.

Sebab, tujuan dari pelatihan itu adalah membentuk karakter kepemimpinan yang Pancasilais, mampu mengaktualisasikan kepemimpinan dalam bentuk pengawasan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, dan meningkatkan kompetensi manajerial guna mendukung akuntabilitas pelayanan dan pengawasan. (Mochamad Abdurrochim/ln)

 

  • Bagikan