JEMBER, Tugujatim.id – Maraknya regulasi batasi study tour di beberapa daerah di Indonesia, mendapat sorotan dari Bupati Jember Muhammad Fawait. Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu mengimbau bagi para sekolah untuk membatasi kunjungan edukasi dan menekankan pembelajaran yang mengeksplor wilayah Jember.
Pernyataan tersebut diumumkan saat pers rilis Pro Gus’e Program dan Progres 100 Hari Kerja yang berlangsung di Kantor Dispendukcapil Jember, Selasa malam (06/05/2025).
Baca Juga: Buntut Kecelakaan SMK Lingga Kencana, Dinas Pendidikan Jatim Minta Sekolah Buat SOP Study Tour
Dia menekankan bahwa aktivitas pembelajaran lapangan sebaiknya difokuskan pada lokasi-lokasi di dalam Kabupaten Jember. Anjuran ini ditujukan untuk semua tingkat pendidikan, termasuk institusi pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas.
“Kami mendorong agar kegiatan pembelajaran lapangan cukup dilaksanakan di wilayah Jember saja, tidak perlu ke luar daerah,” kata Bupati Fawait.
Kabupaten Jember Sediakan Sarana Edukasi
Saran itu dianjurkan, melihat Kabupaten Jember menyediakan beragam destinasi yang bernilai pendidikan dan rekreasi yang dapat dijadikan tujuan studi lapangan bagi para siswa. Menurut dia, pemanfaatan destinasi lokal tidak hanya akan mengurangi beban finansial para wali murid, tetapi juga akan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jember.
“Pelaksanaan kegiatan ini harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi semua pihak yang terlibat,” tegasnya.
Selain itu, dia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek ekonomi dalam penyelenggaraan program kunjungan lapangan agar tidak membebani orang tua siswa. Kabupaten Jember menawarkan berbagai lokasi wisata yang tidak hanya menarik namun juga memiliki nilai estetika tinggi.
“Kegiatan ini seharusnya tidak menjadi beban finansial bagi wali murid. Jika memang diperlukan kegiatan kunjungan lapangan, sebaiknya dilaksanakan di lokasi-lokasi dalam wilayah Kabupaten Jember,” paparnya.
Lulusan program pascasarjana Universitas Gadjah Mada ini juga menekankan bahwa kunjungan lapangan seharusnya tidak semata-mata berfokus pada aspek rekreasi, tetapi juga mengandung elemen pembelajaran yang dapat memperluas pengetahuan para siswa.
“Untuk mengurangi dampak finansial terhadap orang tua, kegiatan kunjungan lapangan sebaiknya dilaksanakan di area Kabupaten Jember, dan perlu dicatat bahwa kegiatan ini tidak bersifat wajib bagi seluruh siswa,” tutupnya saat menanggapi soal batasi study tour di Jember. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








