JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait menyatakan optimismenya terhadap pembangunan dan kondisi ekonomi Kabupaten Jember di tahun 2026. Optimisme ini lahir dari keselarasan visi antara pihak eksekutif dan legislatif yang mencapai hampir 100 persen.
“Saya semakin optimis di tahun 2026 pembangunan di Jember akan semakin meningkat, kondisi ekonomi akan semakin baik karena pemikiran eksekutif dan legislatif hampir 100 persen hampir sama dan keinginannya sama,” ujar Bupati Fawait pada Jumat (14/11/2025).
Bupati Fawait mengungkapkan pencapaian luar biasa di sektor pendidikan. Jember berhasil meraih bantuan pembangunan sekolah terbesar se-Indonesia di tahun 2025 senilai Rp90 miliar.
“Biasanya cuma 6 miliar 9 miliar, hari ini kita 90 miliar terbesar seluruh Indonesia. Alhamdulillah ini berkat kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif berkunjung ke Jakarta,” jelasnya.
Selain pendidikan, infrastruktur pertanian Jember juga mendapat perhatian serius dengan anggaran terbesar dalam 40 tahun terakhir untuk tahun 2025 dan 2026.
Pemerintah Kabupaten Jember terus memberikan perhatian khusus pada sektor UMKM dan pertanian. Program-program seperti UMKM makanan dan gerobak cinta menjadi prioritas untuk mendorong perekonomian rakyat.
Bupati mengakui adanya tantangan terkait kelebihan belanja pegawai di tahun ini, yang disebabkan oleh pengangkatan tenaga honorer P3K (PPPK).
“Kawan-kawan harus sadar bahwa kemarin kan kita sama-sama sepakat mengangkat P3K. Nah, berarti kan otomatis beban terhadap biaya untuk belanja pegawai pasti meningkat,” ungkap bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Ia menambahkan bahwa pengangkatan P3K merupakan aspirasi masyarakat dan DPRD, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk mencari solusi agar belanja pegawai tidak melebihi batas 30 persen.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Jember masih dalam masa transisi penempatan aparatur. Bupati berjanji akan melakukan evaluasi ketat setiap tiga bulan di tahun 2026 untuk memastikan penyerapan anggaran optimal.
“Di tahun 2026 nanti setiap 3 bulan kita ada evaluasi dan saya akan minta sama Pak Ketua DPRD secara khusus untuk memanggil para OPD setiap 3 bulan,” tegasnya.
Pelantikan besar-besaran aparatur di seluruh OPD Kabupaten Jember akan dilakukan pada akhir Desember seiring dengan Perda Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK). Meski dana transfer dari pemerintah pusat berkurang hingga Rp350 miliar, Gus Fawait berkomitmen tidak akan menaikkan pajak daerah.
“Saya masih berkomitmen tidak akan menaikkan pajak. Saya masih punya keyakinan bahwa penarikan pajak yang ada saja sekarang harus dioptimalkan dan menambal kebocoran,” katanya.
Ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi pajak yang sudah ada dan menutup kebocoran sebelum memutuskan menaikkan tarif pajak. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap sektor reklame yang dinilai belum optimal dalam menghasilkan pendapatan daerah.
Bupati Fawait menegaskan bahwa masukan dari DPRD sangat sejalan dengan semangat pemerintah daerah untuk mewujudkan kemandirian fiskal Kabupaten Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








