• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Buruh pabrik furnitur.

Para buruh pabrik furnitur di Jember demo dengan membawa tuntutan di Kantor DPRD Jember tuntut hak pesangon usai dipecat tanpa prosedur yang jelas. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Buruh Pabrik Furnitur di Jember Tuntut Pesangon usai Dipecat tanpa SOP yang Jelas

Dwi Linda by Dwi Linda
5 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Puluhan buruh perusahaan manufaktur yang berada di bawah naungan Sampoerna Kayoe Group, yakni PT Sumber Graha Sejahtera (SGS), melancarkan unjuk rasa. Puluhan buruh pabrik furnitur ini menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Rabu (07/01/2026).

Aksi buruh pabrik furnitur tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap pemecatan yang dianggap tidak sesuai aturan serta desakan agar kompensasi pemutusan kontrak kerja dibayarkan sepenuhnya mengikuti regulasi ketenagakerjaan.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Baca Juga: Pengusaha vs Buruh! Tarik Ulur UMK Jember 2026 Masih Alot

Juru bicara massa buruh pabrik furnitur Dwi Agus Budiyanto menjelaskan, proses pemberhentian kerja berlangsung tanpa tahapan administratif yang benar. Dia mengatakan, tidak ditemukan bukti surat teguran, musyawarah antara pengusaha dan pekerja, maupun pelanggaran yang menjadi alasan pemecatan.

“Kami dipanggil secara individual dan dipaksa membubuhkan tanda tangan pada dokumen kesepakatan dalam suasana intimidatif,” papar Dwi Agus pada Rabu (07/01/2026).

Disnaker Terima Aduan Buruh

Menurut dia, sejak awal bulan kesebelas tahun lalu, para pekerja sudah tidak diizinkan masuk kerja dan kehilangan sumber penghasilan bulanan mereka.

Dwi Agus menambahkan, terminasi kontrak kerja ini dilaksanakan tanpa keputusan resmi dari institusi penyelesaian sengketa industrial, sehingga mengandung kelemahan secara yuridis.

Buruh pabrik Jember.
Aksi unjuk rasa puluhan buruh pabrik furnitur di Jember berada di Kantor DPRD Jember tuntut hak pesangon usai dipecat tanpa prosedur yang jelas. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Pihak Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian setempat melalui Kepala Dinasnya Hadi Mulyono mengonfirmasi telah menerima laporan pengaduan dari kelompok buruh tersebut. Hadi menyampaikan bahwa inti tuntutan para demonstran adalah realisasi pemberian kompensasi PHK sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Buruh Karyawan atau Pegawai Dominasi Status Pekerjaan Penduduk Mojokerto

Langkah selanjutnya, disnaker akan berkoordinasi dengan legislatif daerah untuk mengundang pihak pengelola PT SGS guna meminta penjelasan resmi.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Jember Sunarsi Khoris menyatakan komitmen untuk memantau penuntasan permasalahan ini hingga tuntas.

“Kami mendesak agar seluruh uang pesangon diberikan sekaligus, bukan dengan sistem angsuran, mengingat ini merupakan hak fundamental pekerja yang telah kehilangan pekerjaan,” ujar Sunarsi dengan tegas.

Setelah pertemuan di gedung DPRD usai, para buruh kemudian bergerak menuju lokasi pabrik PT SGS di wilayah Bangsalsari untuk kembali menyuarakan permintaan yang sama kepada manajemen perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniBuruh pabrik furnitur di JemberJemberKabupaten Jember hari iniPerusahaan furnitur di JemberPT Sumber Graha SejahteraSampoerna Kayoe Group
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Yai Mim.

Yakin Bebas dari Dakwaan, Yai Mim Ngaku Pasien RSJ Lawang usai Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID