Capaian Minim, Pemkot Batu Masih Vaksinasi 73 Difabel - Tugujatim.id

Capaian Minim, Pemkot Batu Masih Vaksinasi 73 Difabel

  • Bagikan
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menunjukkan perhatiannya kepada difabel yang melaksanakan vaksinasi di Mapolres Batu, Senin (16/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menunjukkan perhatiannya kepada difabel yang melaksanakan vaksinasi di Mapolres Batu, Senin (16/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Pelaksanaan vaksinasi untuk penyandang difabel di Kota Batu masih belum mencapai total sasaran. Dari total 350 dosis vaksin jenis sinopharm yang didapat, vaksin khusus difabel ini masih baru menyasar 73 orang di Kota Apel ini.

Pencanangan vaksinasi ini pun sudah dimulai sejak Selasa (10/08/2021). Karena itu, Pemkot Batu kembali membuka pendaftaran agar warga difabel bisa segera mendapat vaksinasi.

Kepala Dinkes Kota Malang Kartika Trisulandari mengatakan, kali ini total kuota yang disediakan untuk 150 orang. Pendaftaran dibuka online lewat link bit.ly/3siG7He.

Namun, untuk lokasi dan waktu pelaksanaan nanti akan diputuskan menyusul jika kuota pendaftaran sudah dicapai. Sesuai data dari Dinkes Kota Batu, total ada 220 ODGJ dan 662 penyandang difabel yang akan disasar menerima vaksin.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk penyandang difabel di Mapolres Batu, Senin (16/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk penyandang difabel di Mapolres Batu, Senin (16/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Sebagian dari sasaran itu tidak bisa mengakses vaksin karena terkendala mobilitas akibat cacat fisik dan mental. Ada juga dari mereka tidak punya pendamping sehingga akan dilakukan sistem jemput bola.

”Rencananya akan jemput bola, tapi mereka yang terkendala ini masih di-mapping oleh dinsos. Jumlah datanya juga masih dipastikan lagi, termasuk untuk ODGJ,” ungkapnya.

Seperti diketahui, penyandang difabel dan ODGJ merupakan target prioritas pemerintah untuk divaksin. Mereka tergolong sebagai kelompok rentan setelah lansia dan anak-anak.

Dengan begitu, upaya mencapai herd immunity dengan vaksinasi yang menyasar minimal 70 persen total populasi penduduk atau sekitar 149,7 ribu penduduk bisa segera dicapai, maksimal pada Maret 2022.

  • Bagikan