Cara Menghadapi dan Menyikapi Orang Tua Toksik

  • Bagikan

SURABAYA, Tugujatim.id – Tak jarang, orang tua juga memiliki sikap acuh bahkan pola asuh yang buruk terhadap anak-anak mereka. Di sini, mereka disebut toxic parents atau orang tua toksik. Bagi perkembangan dan pertumbuhan anak, pola asuh dari orang tua yang toksik bisa membuat remaja menjadi anak memiliki pribadi yang menyalahkan diri sendiri bahkan memiliki rasa percaya diri yang rendah.

Tak jarang, orang tua toksik bisa menjerumuskan masa depan anak-anak ini ke jurang kenakalan remaja. Seperti meminum minuman keras, merokok, bahkan hingga terjerat kasus penggunaan obat-obatan terlarang atau narkotika.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Mengenal Prialangga, Kreator di Balik Layar Video Klip Raisa ‘Bahasa Kalbu’

Nah, lantas, bagaimana sebaiknya remaja menghadapi dan menyikapi orang tua yang toksik tersebut?

1. Harus Bisa Menahan Diri dan Disalurkan ke Hal Positif

Reisqita Vadika, M.Psi, Psikolog Klinis SDM dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya, mengatakan, perilaku orang tua yang buruk tentu membuat remaja merasa kesal dan jengkel.

Untuk itu, seorang remaja harus bisa menahan dirinya untuk tidak melampiaskan emosinya ke hal-hal yang tidak sehat. Seperti mengonsumsi alkohol, bolos sekolah, hingga terjerat narkoba.

“Itu kan sesuatu yang tidak tepat dan tidak sehat. Misal kalau habis dimarahi, mereka bisa menyalurkan emosinya ke olahraga, atau mereka curhat ke teman atau seseorang yang mereka percaya seperti tante, om, kakek, atau nenek,” kata Qiqi ketika dihubungi Basra, partner Tugu Jatim, Kamis (10/12).

2. Curhat ke Orang Dekat Bisa Membantu Memperbaiki Hubungan Orang Tua dengan Anak

Menurut Qiqi, dengan anak bercerita pada kerabat orang yang dipercaya dapat membantu memperbaiki hubungan antara anak dan orang tuanya.

“Jadi om atau tante ini bisa menjadi perantara. Agar orang tua bisa mengerti apa maunya anak, dan nantinya anak juga bisa lebih mudah mengetahui sudut pandang orang tua seperti apa,” ungkapnya.

Baca Juga: Mau Gaji Aman Hingga Akhir Bulan? Ikuti Langkah-Langkah Berikut ini!

3. Bangun Komunikasi dengan Orang Tua

Selain itu, membangun komunikasi yang baik antara anak dan orang tua juga dibutuhkan untuk menghindari orang tua toksik.

Karena menurut Qiqi, pola asuh dari generasi ke generasi itu sama. Untuk itu, komunikasi yang baik sangat diperlukan.

“Kalau kita nuntut orang tua seperti apa yang kita mau, sedangkan mereka (orang tua) ngga tau cara ngasuh anak yang baik itu bagaimana sih. Paling nggak kita sebagai anak harus punya perspektif, bahwa supaya orang tuaku bisa, maka mereka harus tau. Jadi anak secara teknologi anak bisa membantu orang tuanya untuk mendapatkan pembelajaran secara online terkait bagaimana sih cara komunikasi pada anak, lalu menjalin relasi yang sehat di dalam keluarga seperti apa. Jadi anak nggak di posisi yang kontra bersama orang tua, tapi justru jadi pihak yang membersamai,” pungkasnya. (Amm/Basra/gg)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya (Basra)

  • Bagikan