Cegah Banjir Meluas, Warga Tuban Bikin Tanggul untuk Amankan Tanaman Padi - Tugujatim.id

Cegah Banjir Meluas, Warga Tuban Bikin Tanggul untuk Amankan Tanaman Padi

  • Bagikan
Warga membuat tanggul di Desa Plandirejo, Tuban, karena air meluap dan menimbulkan banjir. (Foto:Mila Arinda/Tugu Jatim)
Warga membuat tanggul di Desa Plandirejo, Tuban, karena air meluap dan menimbulkan banjir. (Foto:Mila Arinda/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Jawa Timur mengakibatkan air sungai meluap dan menimbulkan banjir.

Salah satunya yang terjadi di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang. Untuk mencegah banjir semakin meluas, warga membuat tanggul seadanya Senin (25/01/2021).

Bendahara Himpunan Petani Pemakai Air Desa Plandirejo Tuban Muhammad Khusnan Arif menjelaskan, upaya pemerintah desa dalam menangani banjir yaitu dengan melakukan kerja bakti membuat tanggul agar tidak menggenangi tanaman padi milik warga.

“Sebisa mungkin kami mengusahkan supaya airnya tidak ke selatan untuk mengamankan tanaman padi,” ujarnya saat ditemui Tugu Jatim di titik banjir Senin (25/01/2021).

Warga Desa Plandirejo, Tuban, gotong royong membuat tanggul. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Warga Desa Plandirejo, Tuban, gotong royong membuat tanggul. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Banjir setinggi 30 cm yang menggenangi jalan raya Rengel-Widang ini merupakan air kiriman dari pegunungan Tuban sejak pukul 05.00 WIB. Namun, Arif menjelaskan, meskipun menjadi langganan banjir setiap tahun, kali ini adalah yang terparah.

“Kejadian ini baru terjadi sekarang, biasanya enggak seperti ini. Karena hujan deras dan air kiriman dari pegunungan, terus gunung sekarang kan nggak ada tanaman, jadi air enggak bisa diserap ya jadinya banjir,” ungkap Arif.

“Mungkin kalau tidak ada tanaman padi, paling enggak diantisipasi seperti ini. Penanggulangan pertama pada padi, kalau padi sudah panen ya dibiarkan,” tambahnya.

Sementara itu, akibat dari banjir sepanjang 1 kilometer ini dilakukan penutupan jalan di beberapa titik dan dialihkan ke jalan poros desa. Arif menjelaskan, banjir tersebut bisa terjadi hingga satu minggu.

Sementara itu, Arif mewakili masyarakat berharap banjir cepat surut sehingga tanaman padi mereka bisa diselamatkan.

“Harapan dari masyarakat, semoga air banjir cepat surut, petani bisa panen karena padinya aman. Kalau nunggu dari pemerintah kan lama, jadi sebisa mungkin kami menanggulanginya sendiri,” ujarnya. (Mila Arinda/ln)

  • Bagikan