Cerita Sim Putra Bradley, Pengusaha yang Getol Gaungkan Donor Plasma Konvalesen

  • Bagikan
Sim Putra Bedley selaku President Director dari PT Beton Indotama Surya dan juga merupakan Ketua Komite Manufaktur Kadin (Kamar Dagang Industri) Jawa Timur saat zoom meeting, Senin (19/07/2021). (Foto: Dokumen)
Sim Putra Bedley selaku President Director dari PT Beton Indotama Surya dan juga merupakan Ketua Komite Manufaktur Kadin (Kamar Dagang Industri) Jawa Timur saat zoom meeting, Senin (19/07/2021). (Foto: Dokumen)

SURABAYA,Tugujatim.id – Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, ada hal lain yang sebenarnya tidak kalah penting dari vaksinasi. Yakni ketersedian plasma konvalesen yang dinilai ampuh bagi penderita Covid-19.

Plasma ini adalah plasma yang diambil dari orang yang sudah terkena Covid-19 atau penyintas Covid-19. Ketika penderita Covid-19 sudah menerima plasma ini, maka antibodi dalam tubuh penderita tersebut diyakini sudah terbentuk dan mampu beradaptasi melawan virus Covid-19.

Salah seorang orang yang getol melakukan donor plasma konvalesen ini adalah Sim Putra Bradley, President Director dari PT Beton Indotama Surya, yang juga Ketua Komite Manufaktur Kadin (Kamar Dagang Industri) Jawa Timur. Di mana dirinya hingga saat ini sudah 6 kali melakukan donor plasma konvalesen.

Pagi tadi (19/7/2021), sahabat dari Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana ini, bercerita kepada awak Tugu Media Group (tugumalang.id dan tugujatim.id) melalui aplikasi Zoom. Hadir dalam ‘sharing’ tersebut adalah Dr Aqua Dwipayana, Nucholis MA Basyari selaku Pemred Tugu Jatim ID, Erdonis Erdwan selaku rekan dekat Sim Putra Bradley dari Tangerang, Irham Thoriq CEO Tugu Media Group, Fajrus Shidiq General Manager Tugu Malang ID dan Bayu Eka Novanta General Manager Tugu Jatim ID.

Sim Putra Bradley Pernah Terpapar Covid-19 Tahun 2020 Silam

Sim Putra Bedley selaku President Director dari PT Beton Indotama Surya dan juga merupakan Ketua Komite Manufaktur Kadin (Kamar Dagang Industri) Jawa Timur saat zoom meeting, Senin (19/07/2021). (Foto: Dokumen) tugu jatim
Sim Putra Bedley (kanan) selaku President Director dari PT Beton Indotama Surya dan juga merupakan Ketua Komite Manufaktur Kadin (Kamar Dagang Industri) Jawa Timur saat zoom meeting, Senin (19/07/2021). (Foto: Dokumen)

Sim Putra Bradley menjelaskan bahwa dirinya mulai terkena Covid-19 pada 20 November 2020. Sim merasa gejala yang dialami saat itu begitu terasa hingga akhirnya diminta istri untuk melakukan tes swab atau PCR.

“Kena Covid-19 sekitar 20 November 2020 kemarin, gejalanya terasa sekali, lalu diminta istri saya untuk tes (swab antigen atau PCR, red). Hasilnya positif Covid-19, paru-paru sudah 25-30 persen terpapar,” katanya memulai cerita.

Kemudian, jelas Sim, dirinya memutuskan untuk dirawat di rumah untuk isolasi mandiri sekeluarga. Terlebih, anaknya sempat terkena Covid-19 lebih dulu. Banyak hal yang dilalui oleh Sim saat melakukan isoladi mandiri.

“Saya putuskan untuk dirawat, anaknya juga terkena duluan. Sama-sama dirawat di rumah, isolasi mandiri (isoman, red) banyak suka dan duka. Tapi tetap kami lalui penuh keyakinan,” tegasnya.

Lalu, imbuh Sim, pada Desember 2020 awal, dirinya sudah negatif Covid-19. Akan tetapi, badan masih terasa lemah dan lemas, Sim masih belum kepikiran untuk donor konvalesen. Sendi-sendinya juga masih terasa tidak nyaman usainya sembuh.

“Lalu beberapa waktu kemudian, ada yang menghubungi saya. Tanya ‘Pak Sim, ada rekan yang membutuhkan donor konvalesen, apa Pak Sim mau bantu?’,” bebernya.

Sim mulai ditawarkan untuk melakukan donor plasma konvalesen untuk penyintas Covid-19 yang lain. Dirinya bersedia, lalu menuju PMI untuk mengikuti prosesnya.

Donor Plasma Konvalesen Pertama Januari 2021

“Lalu saya sedia untuk donor. Saya ke PMI pada 11 Januari 2021, dicek dan sebagainya, lalu 2 hari kemudian dapat pemberitahuan dari PMI, diminta untuk datang donor 13 Januari 2021,” jelasnya.

“Setelah saya selesai melakukan donor konvalesen (pertama, red), masih belum ada pikiran untuk berlanjut (donor, red). Lalu, beberapa waktu ada lagi yang meminta donor,” sambungnya.

Sim sudah melakukan donor konvalesen sebanyak 6 kali. Sejauh itu, dirinya berpikir bahwa donor plasma konvalesen merupakan hal yang positif dan perlu diteruskan oleh masyarakat luas.

“Kemudian saya pikir, donor konvalesen merupakan hal yang positif, bisa untuk bantu teman-teman juga, saya melakukan donor sampai ke-6,” ujarnya.

“Yang ke-5 itu saya ke Romo (donor konvalesen, red). Tapi ternyata banyak yang donor ke beliau, akhirnya saya berikan ke orang lain,” tegasnya.

Karena banyak penyintas yang memerlukan donor plasma konvalesen, agar dapat sembuh dan mengurangi angka kematian akibat Covid-19. Sim menceritakan beberapa pengalamannya selama melakukan donor plasma konvalesen.

“Lalu untuk yang ke-6, saya ke PMI, ambil sampling, kemudian besok paginya penyintas yang mau menerima donor konvalesen meninggal. Lalu saya serahkan ke yang lain,” bebernya.

“Saya sudah urutkan dan komitmen, lalu ada orang Flores yang dapat. Saya ketemu keluarganya dan berterima kasih,” pungkasnya.

Dari itikad baiknya itu, Sim Putra Bradley menjadi salah satu pengusaha besar yang mempunyai niat baik dan getol menggaungkan donor darah plasma konvalesen di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya.

”Kita ingin melakukan apa yang bisa kita lakukan, karena kita tidak tahu kapan akhir dari pandemi ini,” pungkasnya.

  • Bagikan