Covid-19 di Bangkalan Merajalela, Dinkes Surabaya Makin Waspadai 'Toron' Idul Adha - Tugujatim.id

Covid-19 di Bangkalan Merajalela, Dinkes Surabaya Makin Waspadai ‘Toron’ Idul Adha

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita di Balai Kota Surabaya, Jumat (11/06/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Terus meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan beberapa langkah pencegahan. Selain menggelar tes swab secara massal di perbatasan Surabaya-Madura, pihaknya juga makin mewaspadai tradisi toron orang Madura saat perayaan Hari Raya Idul Adha mendatang.

“Kita harus waspada nanti saat Hari Raya Idul Adha. Nanti biasanya kan toron. Istilahnya itu, ngumpul lagi. Itu yang saya khawatirkan. Langkah ya, di sini dan di sana prokes harus ketat. Untuk 3T harus dimasifkan,” jelas Kadinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Jumat (11/06/2021).

Untuk diketahui, toron merupakan tradisi spesial masyarakat Madura saat Idul Adha. Toron (bahasa Madura) yang berarti turun dalah bahasa Indonesia bagi orang Madura merupakan perjalanan pulang kembali ke kampung halaman alias mudik, khususnya saat perayaan Idulkurban atau Idul Adha.

Sebagai informasi, per Jumat (11/6/2021) ini saja, sebanyak 15.524 telah dilakukan tes swab di perbatasan Surabaya-Madura. Di mana 446 orang yang merupakan penduduk Pulau Madura dinyatakan positif.

Febria menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih taat lagi pada protokol kesehatan (prokes) Covid-19, karena mobilitas manusia yang besar dan keluar-masuk Kota Surabaya juga tinggi.

“Masyarakat harus taat prokes. Nggak bisa hanya di Surabaya saja. Mobilitas manusianya besar. Dari sini ke sana. Keliling lagi mungkin di luar Surabaya. Se-Jatim gitu. Jadi, sudah komunitas penularannya. Nomer satunya prokes harus ditaati,” bebernya.

Apalagi, terkait swab hunter juga makin bertambah dan dilakukan giat tracing massal di beberapa lokasi potensi kerumunan dan warga yang bukan KTP sementara, termasuk di kawasan pondok pesantren.

“Nambah terus swab hunter. Masih nyari terus. ‘Tracing’ yang bukan KTP sementara. Data penyekatan sudah ke Dinkes Provinsi. Daerah asalnya yang ‘tracing‘. Kecuali mereka ada keluarga di Surabaya. Dilakiukan swab informasi ada di pondok,” tuturnya.

Febria menyebut tidak ada ‘lock down’, akan tetapi kemungkinan bakal ada PPKM Mikro di Surabaya-Madura, tegas Febria, terlebih beberapa lokasi seperti kosa-kosan bakal ada swab massal.

“Nggak ada ‘lock down’. Cuma PPKM mikro. Lebih diketatkan, semua yang kos-kosan itu diswab. Walaupun mereka saat datang sudah lapor RT-RW rapid antigen. Tes swab PCR akan dimasifkan di kawasan semua Surabaya. Kecamatan. Semua sama,” pungkasnya.

  • Bagikan