Covid-19 Masih Merajalela Jelang HUT RI ke-76, Penjual Bendera Terancam Merugi Lagi - Tugujatim.id

Covid-19 Masih Merajalela Jelang HUT RI ke-76, Penjual Bendera Terancam Merugi Lagi

  • Bagikan
Salah seorang calon pembeli bendera menanyakan pada salah satu penjual bendera di Sawojajar, Kota Malang, Selasa (3/7/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Salah seorang calon pembeli bendera menanyakan pada salah satu penjual bendera di Sawojajar, Kota Malang, Selasa (3/7/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Tidak jauh berbeda seperti tahun lalu, jelang hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76 yang jatuh pada 17 Agustus 2021 masih diwarnai dengan banyaknya kasus Covid-19. Bahkan Presiden Jokowi pada Senin (02/07/2021) kemarin kembali memperpanjang status PPKM Level 4 sampai 9 Agustus 2021 mendatang.

Kondisi inilah yang terus dikhawatirkan para pedagang bendera yang biasanya hadir musiman setiap jelang hari kemerdekaan di pinggir-pinggir jalan, tak terkecuali di Kota Malang.

Namun, kenyataan kemerdekaan tahun ini bahkan terlihat lebih sepi dari tahun 2020 kemarin.

“Saat ini musim pandemi lagi naik-naiknya, jadi orang gak mikir bendera meskipun sekarang pesta rakyat. Sekarang orang fokusnya kesehatan sama menghindari Covid-19,” terang salah satu pedagang yang ditemui di sekitar Sawojajar, Kota Malang, Anton (42), saat dikonfirmasi pada Selasa (03/07/2021).

Pria yang sidah berjualan bendera sejak 1995 menceritakan bahwa ia tahun ini sudah mulai menggelar lapak sejak 25 Juli dan biasanya akan berhenti berjualan pada 16 Agustus. Dan ia sudah melihat akan adanya penurunan omzet yang luar biasa di tahun ini.

“Biasanya sekarang sudah dapat Rp 3 juta sampai Rp 4 juta, tapi sekarang cuma Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta,” ungkapnya.

Menurutnya ini adalah penurunan oaling drastis, meskipun ia sudah berjualan dari pukul 07.00 WIB sampai 19.00 WIB.

“Saat ini penurunan oaking drastis, apalagi adanya PPKM level-level itu. Susah kita, apalagi bantuan juga gak jelas,” ungkapnya.

Anton juga mengatakan adanya perubahan pada konsumennya, dari sebelumnya untuk memeriahkan kemerdekaan, kini hanya untuk kepentingan dekorasi saja.

“Kalau tahun lalu masih ada yang biat karnaval di beberapa wilayah di Malang, tapi sekarang kan biat keramaian aja gak boleh. Kalau sekarang cuka buat dipasang di rumah atau di gang-gang aja,” ucapnya.

Terakhir, ia berharap agar Pandemi Covid-19 segera berakhir, tujuannya agar kehidupan bisa normal kembali.

“Biar masyarakat bisa beraktivitas seperti semula, kalau gini terus mau makan apa kita nanti,” pungkasnya.

  • Bagikan