Dalam 2 Minggu ke Depan, Dinkes Kabupaten Malang Target Sudah Vaksinasi 7.750 Nakes

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo memiliki target total 7.750 tenaga kesehatan (nakes) harus segera tervaksin 100 persen dalam 2 minggu. (Foto:Rap/Tugu Jatim)
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo memiliki target total 7.750 tenaga kesehatan (nakes) harus segera tervaksin 100 persen dalam 2 minggu. (Foto:Rap/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kebutuhan vaksinasi yang sangat mendesak membuat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menargetkan dalam 2 minggu ke depan total 7.750 tenaga kesehatan (nakes) harus segera tervaksin 100 persen.

“Dan kami berharap para fasilitas kesehatan (faskes) yang sudah menjadi tenaga vaksinator, saya berharap dalam 2 minggu ini semua nakes sudah mendapatkan vaksinasi 2 kali penyuntikan,” tegas Arbani saat dikonfirmasi Senin (01/02/2021).

Untuk itu, Arbani mengintruksikan kepada 58 faskes yang sudah ditunjuk sebagai tenaga vaksinator agar segera melaksanakan vaksinasi kepada seluruh nakes di Kabupaten Malang.

“Karena itu, saya berharap faskes yang sudah ditunjuk sebagai tenaga vaksinator untuk sesegera mungkin mencapai target nasional, yaitu 100 persen tenaga kesehatan tervaksinasi,” sambungnya.

Bahkan, Arbani mengatakan akan mengusahakan agar para nakes sudah disuntik 2 hari ke depan.

“Harapan saya pada Rabu (03/02/2021), para nakes sudah mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini mengungkapkan jika Kabupaten Malang sudah mendapat jatah 15 ribu lebih dosis vaksin sinovac.

“Untuk sekarang kami baru mendapatkan 15 ribu sekian vial vaksin. Prioritas pertama yaitu untuk tenaga kesehatan (nakes),” ungkapnya.

Kenapa para nakes menjadi prioritas, Arbani menjelaskan karena para nakes adalah garda terdepan penanganan Covid-19. Mereka rentan terpapar virus asal Wuhan, China, tersebut.

“Hal ini karena mereka yang ada di garda terdepan karena apabila mereka tidak tahan paparan Covid-19, maka mereka akan jatuh sakit. Kalau mereka sakit, maka pelayanan rumah sakit akan lockdown,” ujarnya. (rap/ln)

 

  • Bagikan