Dampak COVID-19, Angka Kemiskinan di Kota Malang Meningkat

  • Bagikan
Ilustrasi kemisikinan di Kota Malang dampak pandemi COVID-19. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Ilustrasi kemisikinan di Kota Malang dampak pandemi COVID-19. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pandemi COVID-19 rupanya membawa dampak yang signifikan diberbagai sektor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, angka kemiskinan di kota terbesar kedua di Jawa Timur ini mengalami kenaikan dari 4,07 persen menjadi 4,44 persen sepanjang tahun 2020.

Artinya, dengan 4,44 persen dari keseluruhan jumlah penduduk, maka ada sebanyak 38,77 ribu warga Kota Malang yang masuk kategori penduduk miskin. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan tahun 2019. Di mana ada sekitar 35,39 ribu penduduk miskin atau 4,07 persen dari total jumlah penduduk Kota Malang.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo mengatakan bahwa virus COVID-19 yang menjerat sejak bulan Maret 2020 lalu menjadi faktor utama lantaran mempengaruhi perputaran ekonomi masyarakat di Kota Malang.

Baca Juga: Garap Mobil Listrik, Erick Thohir Janji Lobi Tesla Bulan Februari

“Ini merupakan dampak nyata dari COVID-19, yakni jumlah penduduk miskin di Kota Malang mengalami peningkatan,” katanya

Menurut Sunaryo, penduduk miskin di Kota Malang yang berusia di atas 15 tahun, didominasi oleh penduduk dengan tingkat pendidikan, lulus Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sementara secara keseluruhan di tahun 2020, penduduk miskin yang telah lulus dari SD, atau SMP, tercatat sebanyak 44,69 persen. Sedangkan, penduduk miskin yang memiliki tingkat pendidikan lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 37,89 persen. Dan sisanya, sebesar 17,41 persen, tidak lulus SD.

“Ada pergeseran, jumlah penduduk miskin lulusan SD, atau SMP meningkat jika dibandingkan dengan 2019,” imbuh dia.

Ya, di tahun 2019 saja, lanjut Sunaryo, penduduk miskin dengan tingkat pendidikan lulus SD, atau SMP tercatat ada 38,43 persen. Yang lulus SMA sebanyak 31,20 persen, dan tidak lulus SD sebanyak 30,37 persen.

Lebih jauh, sebanyak 17,39 persen rumah tangga miskin yang ada di Kota Malang, telah menerima bantuan pangan rata-rata sebanyak 7,01 kilogram beras per bulan pada 2020. Sementara sebanyak 82,61 persen, dinyatakan tidak menerima bantuan.

Baca Juga: 6 Tips Mudah Tetap Produktif Selama Akhir Pekan

Tak hanya itu, jika dilihat dari status pekerjaan, sebanyak 38,77 ribu orang dari total penduduk miskin di Kota Malang, sekitar 34,26 persennya bekerja pada sektor informal. 17,43 persen lagi pada sektor formal, dan 48,31 persen tidak bekerja.

“Pada 2020, jumlah penduduk miskin yang tidak bekerja semakin banyak. Ada yang kehilangan pekerjaan, atau usaha mereka bangkrut. Akibatnya pada 2019, angka tidak bekerja sebesar 37,11 persen, lalu tahun 2020 naik menjadi 48,31 persen,” tandas dia. (fen/gg)

  • Bagikan