• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hari Aksara Nusantara.

Pemateri foto bersama usai Seminar Nasional dan Deklarasi Hari Aksara Nusantara di Jember, Jumat (30/08/2024). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Deklarasi Hari Aksara Nusantara di Jember, Gubes Prof Oman Singgung Putusnya Ingatan Kolektif Masyarakat Sekarang dengan Masa Lalu

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Museum Huruf dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mendeklarasikan Hari Aksara Nusantara yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (30/08/2024).

Peringatan Hari Aksara Nusantara menjadi upaya dalam mempertahankan budaya serta kearifan lokal di dalamnya, di tengah-tengah masalah bangsa Indonesia, tentang ingatan masyarakat sekarang dengan masa lalunya.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Guru Besar Filologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Oman Fathurahman menjelaskan, masalah akut bangsa Indonesia saat ini adalah putusnya ingatan kolektif masyarakat saat ini dengan masa lalunya.

“Salah satu masalah yang paling akut di bangsa kita itu adalah keterputusan ingatan kolektif masyarakat sekarang dengan masa lalu,” ujar Prof Oman usai menjadi salah satu pemateri di Seminar Nasional dan Deklarasi Hari Aksara Nusantara di Jember, Jumat (31/08/2024).

Baca Juga: 5 Inspirasi Gerbang Rumah Minimalis dengan Model Simpel dan Elegan, Cocok untuk Rumah Gen Z

Salah satu contoh terkait bencana alam yang terjadi. Prof Oman menegaskan bahwa ratusan tahun yang lalu bencana-bencana itu juga terjadi. Selain itu, terkait pandemi, karena ingatan manusia yang terbatas, seolah-olah bencana semacam itu baru terjadi.

“Padahal, manuskrip-manuskrip kita mencatatkan abad ke-14 ada pandemi. Nah itu masalah kita, demikian juga dalam hal kita bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” terang Prof Oman.

Menurut dia, salah satu upaya dalam mengingat dan melestarikan kebudayaan yaitu dengan membuat perayaan yang dilakukan secara berkelanjutan, seperti Hari Aksara Nusantara yang digagas Museum Huruf di Jember.

Hari Aksara Nusantara di Jember.
Guru Besar Filologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Oman Fathurahman menjelaskan masalah bangsa terkait ingatan kolektif usai menjadi pemateri di Seminar Nasional dan Deklarasi Hari Aksara Nusantara di Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

“Kita mendeklarasikan Hari Aksara Nusantara itu sebetulnya untuk menyambungkan kembali ingatan masyarakat kita dengan masa lalu, bahwa kita itu masyarakat yang sangat amat beradab sejak abad ke-5,” paparnya.

Baca Juga: Proyeksi Porprov IX Malang Raya, Sepak Bola Mojokerto Masih Buka Peluang Pemain Baru

Prof Oman juga menyinggung terkait krisis identitas bangsa Indonesia. Ketika orang-orang tidak tahu masa lalu bangsanya, bahkan memungkinkan ketidaktahuan jati diri yang sebenarnya. Karena itu, Prof Oman berharap, adanya Hari Aksara tersebut memunculkan ide-ide kreatif anak muda.

“Mudah-mudahan dengan deklarasi Hari Aksara Nusantara ini ke depannya itu ada konten-konten kreatif dari anak-anak muda yang dipahami oleh masyarakat milenial sekarang, tapi basisnya itu pada ingatan bersama tentang aksara Nusantara kita,” ujar Prof Oman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniHari Aksara Nusantara 2024Kabupaten Jember hari iniMuseum HurufPemkab Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Asus Fonepad 7.

Spesifikasi Asus Fonepad 7 FE170CG yang Stylish: Tablet Fungsional Tinggi Terbaru Dibanderol 2 Jutaan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID