• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Demo Unik di Malang: Kecam Presiden Macron dengan cara Makan Makaroni

Unjuk rasa di Malang kecam Presiden Prancis, Macron dengan cara makan makaroni ramai-ramai. (Foto: AZM)

Demo Unik di Malang: Kecam Presiden Macron dengan cara Makan Makaroni

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang – Aksi demo unik kecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron terjadi di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (2/11/2020). Macron yang dinilai melecehkan agama Islam itu dikritik dengan cara yang lucu oleh publik yang tergabung dalam Aliansi Malang Kondusif. Ya, mereka kecam Presiden Macron dengan cara makan makaroni ramai-ramai.

Dalam aksinya, mereka juga meneriakkan seruan boikot terhadap produk-produk buatan Prancis. Demo dengan cara memakan makaroni merupakan wujud sindiran satir terhadap nama Presiden Prancis, Emmanueil Macron yang dipelesetkan namanya menjadi makaroni.

You might also like

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

20/07/2026 2:30 PM
Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

20/07/2026 2:02 PM

Baca Juga: SPSI Sebut Kenaikan UMP Jawa Timur Tertinggi di Indonesia

Tampak makaroni dibagi-bagikan kepada massa dan juga Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika dan Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata yang turut larut dalam aksi demo unik di Malang dengan cara makan makroni tersebut.

“Itu bentuk pelesetan kami terhadap Presiden Prancis yang bernama Macron, kami pelesetkan jadi makaroni sebagai bentuk kecaman kita,” ungkap Korlap Aksi Aliandi Malang Kondusif, Hisa Al Ayyubi.

Demo di Malang kecam Presiden Macron dengan cara makan makaroni.
Demo di Malang kecam Presiden Macron dengan cara makan makaroni. (Foto: AZM)

Massa aksi tidak hanya terdiri dari kalangan umat muslim tapi juga didukung tokoh-tokoh lintas agama. Massa menuntut permintaan maaf Macron atas pernyataannya yang menistakan agama Islam.

”Jika tidak, maka kita menyerukan boikot terhadap produk-produk buatan Prancis yang ada di Indonesia dan beralih ke produk-produk lain buatan dalam negeri. Jangan dibeli, biar perekonomian mereka (Prancis) lumpuh,” serunya.

Baca Juga: Hujan Lebat, 6.379 Rumah di Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir

Aksi yang berlangsung sekitar 1 jam itu berlangsung kondusif. Ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan surat tuntutan massa.

”Nanti akan diserahkan ke presiden dan disampaikan ke Presiden Prancis. Aksi ini akan terus kita gelar sampai Makaroni (Macron, red) minta maaf,” tegasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika yang bersedia menemui massa menuturkan dukungannya atas aksi unjuk rasa ini. Bagaimanapun, tindakan penghinaan terhadap simbol-simbol agama memang tidak dibenarkan.

Demo di Malang kecam Presiden Macron dengan cara makan makaroni. (Foto: AZM)
Demo di Malang kecam Presiden Macron dengan cara makan makaroni. (Foto: AZM)

“Jangan sampai bentuk intoleransi tersebut mempengaruhi sendi kehidupan kita, apalagi di Kota Malang yang sudah terkenal atas sikap toleransi warga sejak lama,” ungkapnya kepada massa.

Made berharap, momentum ini bisa jadi momen bersatunya masyarakat untuk saling menyayangi, tidak hanya sesama umat muslim tapi juga lintas beragama.

Baca Juga: Banyak Peminat, KBRI London Dorong Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional

“Saya juga apresiasi atas boikot ini bisa menjadi awal kita mulai mencintai produk dalam negeri. Mari kita bangun UMKM dalan negeri sehingga bisa bermanfaat bagi sesama saudara sebangsa,” tuturnya. (azm/gg)

Tags: demodemonstrasiEmmanuel MacronIslampenistaan agamapenistaan agama IslamPrancisPresiden Prancisunjuk rasa
Redaksi

Redaksi

Related Stories

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

by Dwi Linda
20/07/2026 2:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian. Upaya memajukan pertanian di...

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Next Post
UMK Kota Malang Naik Rp 100 Ribu Sesuaikan UMP Jawa Timur

UMK Kota Malang Naik Rp 100 Ribu Sesuaikan UMP Jawa Timur

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID