JEMBER, Tugujatim.id – Parade kostum spektakuler dan ribuan penonton yang memadati kawasan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 ternyata menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi para pedagang kecil di Kabupaten Jember.
Di balik kemeriahan ajang fesyen bertaraf internasional tersebut, omzet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melonjak berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa.
Memasuki puncak pelaksanaan JFC pada Minggu (26/07/2026), kawasan Alun-alun Jember dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah.
Keramaian itu menjadi berkah bagi pedagang makanan, minuman, hingga pelaku usaha lainnya yang memanfaatkan momentum untuk meningkatkan pendapatan.
Omzet Pedagang Meningkat Dua Kali Lipat
Salah satu pedagang yang merasakan langsung manfaat JFC adalah Jaini, penjual wanton dan cimol di sekitar lokasi acara.
Ia mengaku jumlah pembeli meningkat tajam sejak hari pertama penyelenggaraan. Menurutnya, pada hari kedua JFC 2026 saja (kemarin) omzet usahanya sudah meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Bahkan, berdasarkan pengalaman pada penyelenggaraan sebelumnya, puncak acara biasanya mampu mendongkrak pendapatan hingga tiga sampai empat kali lipat.
“Alhamdulillah, hari kedua omzet pendapatan sudah naik sekitar dua kali lipat. Kalau melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya pada saat grand final bisa meningkat sampai tiga bahkan empat kali lipat,” kata Jaini.
Ia mengatakan JFC selalu menjadi momentum yang paling dinantikan para pedagang kecil. Ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan parade memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk menjajakan produknya.
Hal serupa dirasakan Sultan Wahyudi, pedagang minuman asal Tegalgede. Ia menyebut ramainya pengunjung membuat penjualannya meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Meski demikian, Sultan mengingatkan seluruh pedagang agar tetap menjaga kebersihan dan kerapian area berjualan demi memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
“Pendapatan memang meningkat selama JFC berlangsung. Namun saya berharap semua pedagang juga ikut menjaga kebersihan dan estetika tempat berjualan supaya tidak terlihat kumuh, kata Sultan.
“Kalau lingkungannya rapi, pengunjung juga akan lebih nyaman dan citra JFC semakin baik,” imbuhnya.
Baca Juga : Gus Fawait: JFC Bukan Sekadar Karnaval, tapi Penggerak Ekonomi Rakyat Jember
JFC Tak Hanya Panggung Karnaval, tetapi Penggerak Ekonomi

Bupati Jember Muhammad Fawait menilai penyelenggaraan JFC bukan hanya menjadi kebanggaan di bidang seni dan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“JFC ini merupakan kawah candradimuka bagi generasi penerus karnaval. Kita ketahui bersama JFC berdampak positif terhadap perekonomian, terutama sektor informal. Hotel-hotel penuh, UMKM juga mendapatkan omzet lebih,” ujar Gus Fawait.
Lonjakan aktivitas ekonomi selama JFC menunjukkan bahwa sebuah agenda pariwisata mampu memberikan efek berganda bagi masyarakat.
Tidak hanya pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, hingga perdagangan juga ikut merasakan meningkatnya aktivitas ekonomi selama ribuan wisatawan berada di Jember.
JFC 2026 sendiri digelar selama tiga hari, 24–26 Juli 2026, di Central Park Jember.
Ajang ini menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari WKC X Pets Carnival, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), Artwear Carnival, hingga Grand Carnival sebagai puncak pertunjukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Mochamad Abdurrochim








