Diduga Nakes Positif Covid-19 Dipaksa Layani Pasien, Wali Kota Batu Turun Tangan

  • Bagikan
Ilustrasi nakes yang melayani pasien. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
Ilustrasi nakes yang melayani pasien. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Masyarakat Kota Batu tengah diresahkan dengan ketidakpastian keamanan layanan puskesmas di Kota Batu. Lantaran, ramai beredar kabar pengakuan tenaga kesehatan (nakes) di salah satu puskesmas di Kota Batu yang diduga dipaksa pimpinannnya tetap melayani pasien meski kontak erat.

Dalam pengakuannya, salah satu nakes di puskesmas itu ada yang terpapar Covid-19. Otomatis, nakes yang kontak erat wajib menjalani swab dan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab. Sayangnya, nakes itu diinstruksikan oleh pimpinannya agar tetap melayani pasien. Satu per satu hasil swab pun keluar dan sebagian dinyatakan positif Covid-19.

Para nakes itu mengusulkan libur melayani pasien dan melakukan swab bagi semua pegawai pun tak dihiraukan pimpinan. Seiring berjalannya waktu, hasil swab mereka banyak yang dinyatakan positif sehingga nakes lain di-swab lagi. Sementara itu, pelayanan di puskesmas tetap berjalan seperti biasa.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Menanggapi hal itu, Jubir Satgas Covid-19 Kota Batu Onny Ardianto menuturkan, proses pelayanan di Puskesmas Kota Batu sudah diberikan pedoman SOP pelayanan pada masa pandemi.

“Apabila ada nakes yang terpapar atau kontak erat, memang harus melakukan isolasi mandiri. Harus isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab PCR dari yang bersangkutan,” tegasnya Sabtu (03/07/2021).

Dia menyebutkan, hingga saat ini memang ada puluhan nakes dari puskesmas yang terpapar Covid-19. Dia mengatakan, dari total 62 nakes yang terpapar, 53 nakes di antaranya merupakan nakes dari puskesmas.

Ilustrasi nakes yang tetap melayani pasien. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
Ilustrasi nakes yang tetap melayani pasien. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

“Sejauh ini ada 62 nakes Kota Batu yang terpapar. Nakes dari puskesmas ada 53 orang dan dari dinkes 9 orang. Saat ini mereka sedang isolasi, ada dua nakes yang dirawat di RS, 11 nakes di selter, dan sisanya isolasi mandiri di rumah,” bebernya.

Mengetahui hal itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko langsung memerintahkan jajarannya untuk memeriksa kebenaran pengakuan nakes itu.

“Saya minta inspektorat dan BPKSDM Kota Batu untuk turun dan memastikan apakah berita itu benar. Siapa yang salah, pimpinan atau yang melapor. Jadi, itu tindak lanjut yang sudah saya lakukan,” tuturnya.

Dewanti menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan hukuman kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan. Terlebih, hal itu berkaitan dengan keselamatan dan keamanan masyarakat Kota Batu.

“Sekarang ini akan saya tindak lanjuti. Siapa pun yang salah, pasti akan kena punishment sesuai aturan di ASN,” tegasnya.

 

  • Bagikan