Diikuti 1.500 Dosen Se-Indonesia, Lecturer Coaching Movement Paragon Diapresiasi Dirjen - Tugujatim.id

Diikuti 1.500 Dosen Se-Indonesia, Lecturer Coaching Movement Paragon Diapresiasi Dirjen

  • Bagikan
CEO Paragon Salman Subakat saat menyampaikan materi di depan 1.500 peserta coaching. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
CEO Paragon Salman Subakat saat menyampaikan materi di depan 1.500 peserta coaching. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Konsistensi PT Paragon Technology and Innovation (PTI) untuk mengajak dosen di seluruh Indonesia berkontribusi di bidang pendidikan terus digaungkan. Melalui Lecturer Coaching Movement series 2, perusahaan kosmetik yang menaungi brand lokal Wardah, Make Over, Kahf, dan Emina ini berkomitmen mendukung realisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan diikuti 1.500 dosen se-Indonesia pada Sabtu (29/05/2021).

Mengusung tema “Komunikasi Efektif antara Mahasiswa dan Dosen”, kegiatan ini dihadiri 4 narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Chief Executive Officer (CEO) PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat, Pakar Komunikasi serta Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana SIKom, Dosen Psikologi FISIP UB sekaligus Board of Business Coach Ilhamuddin Nukman SPsi MA, dan Duta Bahasa Jawa Barat 2020 serta mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Erfin Nurfalah.

CEO Paragon Salman Subakat dan peserta Lecture Coaching Movement Sabtu (29/05/2021). (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
CEO Paragon Salman Subakat dan peserta Lecture Coaching Movement Sabtu (29/05/2021). (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Menurut Salman, dosen juga layak disebut sebagai mahaguru yang mana diharapkan menjadi leader alias pemimpin untuk membawa mahasiswa ke tempat lain yang lebih tinggi dan membanggakan. Meski begitu, untuk mencapai tujuan tersebut harus didasari dengan komunikasi yang efektif.

“Permasalahan utama dalam business leader adalah komunikasi. Memang dulu waktu kita muda disampaikan pentingnya komunikasi, iya paham. Tapi, semakin ke sini praktiknya semakin rumit dan yang pasti jika terus digali tidak akan ada habisnya meski beda zaman, karena dunia terus berkembang,” ujarnya dalam kegiatan yang berlangsung virtual pada Sabtu (29/05/2021).

Di samping itu, hubungan lintas generasi, baik generasi milenial dan gen Z terus dibutuhkan. Salman mencontohkan, saat gen Z punya gawai, maka yang mengajari adalah generasi milenial.

“Apalagi di tengah pandemi ini, kita terkena perubahan teknologi yang sangat luar biasa. Artinya, kita butuh untuk saling mengisi, baik lintas generasi dan lintas sektor,” sambungnya.

Ke depan, dia berharap gerakan ini mampu menjadi inspirasi bagi lebih dari 1.500 dosen yang turut bergabung guna meningkatkan pendidikan di Indonesia.

“Kami juga tidak menyangka meski LCM yang awalnya sangat terburu-buru justru sekarang menjadi gerakan yang luar biasa sampai 1.500 dosen se-Indonesia ikut berpartisipasi dan sangat diapresiasi oleh Prof Nizam (Dirjen Pendidikan Tinggi). Terus terang banyak kegiatan ini yang terinspirasi dari semangat dosen dalam menggerakkan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Di samping itu, PT Paragon Technology and Innovation juga memiliki program baru, yakni Program Inspiring Lecturer. Tujuannya, untuk mengakselerasi kualitas dan meningkatkan kapasitas dosen sebagai teladan untuk muridnya melalui kompetensi yang akan dipelajari bersama.

Adapun beberapa kompetensi yang akan didapatkan ialah pelatihan soft skill dan hard skill, coaching, dan jejaring dosen yang lebih luas.

Menyasar para dosen, baik dari PTS maupun PTN di seluruh daerah, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong dosen menjadi agen perubahan untuk melahirkan mahasiswa unggul. Sekaligus bentuk dukungan Paragon terhadap program MBKM.

  • Bagikan