• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hantavirus.

Ilustrasi Kabid P2P Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin saat penyuluhan soal Hantavirus. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Dinkes Kota Batu Antisipasi Ancaman Maut Hantavirus, Sanitasi Hotel dan Tempat Wisata Diperketat

Dwi Linda by Dwi Linda
2 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu lewat dinas kesehatan (dinkes) waspada dan perketat pengawasan sanitasi lingkungan di berbagai fasilitas publik untuk antisipasi Hantavirus. Mulai dari hotel, restoran, hingga destinasi wisata.

Langkah preventif Dinkes Kota Batu ini gencar dilakukan guna mengantisipasi potensi penyebaran ancaman maut Hantavirus, penyakit zoonosis berbahaya yang dibawa oleh tikus liar.

You might also like

Rumah Tua Surabaya

Rumah Tua Surabaya Bersejarah yang Masih Berdiri hingga Sekarang

14/07/2026 9:48 AM
Jawa Timur

Kabut Tebal dan Udara Kabur Kepung Jawa Timur, Kontras Cuaca Cerah di Madura Picu Sorotan

14/07/2026 8:30 AM

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin mengatakan langkah ini untuk mengantisipasi penyebaran. Sebab, Kota Batu sebagai jantung pariwisata Jawa Timur dengan lonjakan mobilitas jutaan wisatawan yang berputar di ekosistem perhotelan dan kuliner.

Baca Juga: Awasi Ketat Sebaran Hantavirus, Dinkes Kota Batu Mitigasi Siapkan 5 Puskesmas dan 6 RS 

Umumnya, masyarakat hanya waspadai penyakit kencing tikus atau Leptospirosis. Namun, dr Icang mengingatkan bahwa Hantavirus memiliki tingkat fatalitas lebih mengerikan jika terlambat dideteksi karena mampu menyerang organ vital manusia tanpa ampun.

Uniknya, dia mengatakan, penularannya tidak butuh gigitan langsung dari tikus liar, tapi menyebar melalui udara (airborne). Urine, air liur, hingga kotoran tikus yang mengering di tempat lembap dan pengap akan berubah menjadi partikel debu mikroskopis. Ketika debu tersebut beterbangan di area tertutup dan terhirup oleh manusia, proses infeksi pun dimulai.

“Kalau sudah berat, virus ini merusak paru-paru dan fungsi ginjal manusia. Itu yang sangat berbahaya karena memicu gangguan pernapasan serius,” jelas dr Icang, Selasa (26/05/2026).

Karena itu, Dinkes Kota Batu memperluas radius pengawasan di tempat-tempat berputarnya makanan. Sasarannya meliputi gudang penyimpanan bahan makanan di hotel dan restoran serta sudut-sudut destinasi wisata berwujud ruang tertutup.

Hantavirus.
Ilustrasi Kabid P2P Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin saat penyuluhan Hantavirus. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Selain itu, dinkes juga telah melayangkan surat peringatan kepada para pengusaha akomodasi, mulai dari penginapan nonformal hingga hotel berbintang, untuk menaikkan standar sanitasinya. Area penyimpanan barang tidak boleh lagi dibiarkan berdebu, pengap, dan berpotensi menjadi sarang empuk bagi koloni tikus liar.

Dinkes Kota Batu hingga kini mengonfirmasi belum menemukan satu pun kasus Hantavirus atau nol kasus. Meski begitu, manajemen penanganan darurat telah siap sejak dini. Sedikitnya, ada 5 puskesmas dan 6 rumah sakit rujukan se-Kota Batu telah siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan pasien dengan gejala suspek.

Baca Juga: Serangan Tikus Ancam Panen Padi di Jember, Petani Wadul ke Ketua DPRD

Masyarakat dan para pelancong diimbau untuk mengenali tanda-tanda awal infeksi Hantavirus. Gejalanya sekilas mirip dengan flu biasa namun dengan serangan yang mendadak.

“Kalau demam tinggi secara mendadak disertai nyeri otot, sendi, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas, jangan ditunda. Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat agar cepat ditangani,” imbau dr Icang.

Untuk memutus rantai penularan, langkah pencegahannya tergolong sederhana melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin membersihkan lingkungan rumah dan tempat usaha, menutup celah-celah kecil yang bisa menjadi pintu masuk tikus hingga rutin menggunakan masker.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : M Ulul Azmy

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Dinkes Kota BatuBerita Kota Batu hari iniHantavirus adalahKota BatuKota Batu hari iniMitigasi cegah hantavirusPenyakit Hantavirus
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Rumah Tua Surabaya

Rumah Tua Surabaya Bersejarah yang Masih Berdiri hingga Sekarang

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 9:48 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Rumah Tua Surabaya membuktikan kalau hidden gem di Kota Pahlawan nggak melulu soal tempat makan atau spot...

Jawa Timur

Kabut Tebal dan Udara Kabur Kepung Jawa Timur, Kontras Cuaca Cerah di Madura Picu Sorotan

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 8:30 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (14/07/2026) menunjukkan dominasi kabut dan udara kabur di banyak wilayah, terutama kawasan...

Lumpur Lapindo.

Komisi VII DPR RI Tinjau Luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo, Minta Tanggul Segera Diperkuat Lindungi Jalur Nasional

by Dwi Linda
13/07/2026 9:25 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meninjau lokasi luberan lumpur di kawasan Pusat Pengendalian Lumpur...

Bazar Blitar Djadoel.

6 Ton Gunungan Limbah Sampah Jadi “Oleh-Oleh” Bazar Blitar Djadoel, 40 Dropbox Diabaikan

by Dwi Linda
13/07/2026 8:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 menyisakan persoalan lingkungan yang serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar mencatat,...

Next Post
Gempa Jember.

BREAKING NEWS! Gempa Jember M 5,1 Terasa Cukup Kencang hingga Bali, Warga Berhamburan Selamatkan Diri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID