JEMBER, Tugujatim.id – DPRD Jember soroti kerja sama yang terjalin antara PT Palawi dan pemerintah kabupaten (pemkab) terkait penataan kawasan wisata Pantai Watu Ulo dan Papuma.
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengungkapkan, pihaknya belum mendapat dokumen resmi mengenai kolaborasi keduanya, terutama yang berkaitan dengan kerja sama operasional (KSO) dan skema distribusi pendapatan dari penjualan karcis masuk dua wisata andalan Kabupaten Jember tersebut.
“Dokumentasi resminya belum sampai ke tangan kami. Padahal nantinya akan ada pembagian keuntungan dari sistem tiket yang telah diintegrasikan,” ungkapnya pada Selasa (27/01/2026).
Baca Juga: Geram! DPRD Jember Selidiki Dugaan Penyimpangan Dana Optimalisasi Lahan hingga Tandon Air Rp91 Juta
Menurut dia, pihak DPRD Jember berkewajiban mengawal agar kolaborasi yang diinisiasi pemerintah, dalam hal ini eksekutif, betul-betul membawa kemanfaatan bagi masyarakat, khususnya dalam mengoptimalkan pemasukan kas daerah dan membenahi infrastruktur kepariwisataan.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, meskipun penerapan karcis terpadu di kedua pantai itu memperlihatkan lonjakan angka wisatawan mulai awal Januari 2025, pengawasan tetap krusial.
Dia menilai peningkatan pengunjung mesti selaras dengan perbaikan mutu fasilitas dan kenyamanan wisatawan.
“Masih banyak keluhan masuk, mulai dari minimnya tempat pembuangan sampah, toilet yang tidak memadai, sampai ketiadaan zona bermain anak-anak. Hal-hal semacam ini perlu perhatian kolektif,” tegasnya.
Pemkab Penting Perbaiki Akses Transportasi dan Fasilitas Pendukung Lainnya
Komisi B juga menyinggung tanggung jawab pemda dalam menyediakan stimulus dan bantuan bagi pengembangan infrastruktur di zona wisata. Menurut Candra, pemerintah tidak seharusnya hanya fokus mengejar target pemasukan, namun juga menjamin pengelolaan yang berkesinambungan.
“Pemda wajib memberi dukungan nyata, seperti perbaikan akses transportasi dan fasilitas pendukung lain. Jangan sampai kolaborasi ini hanya menguntungkan salah satu pihak saja,” kata Candra.
Dia menegaskan pihaknya akan konsisten berkoordinasi dengan pimpinan dewan maupun eksekutif demi memastikan seluruh tahapan kolaborasi berlangsung terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kerja sama ini belum final. Masih banyak aspek yang perlu dimaksimalkan supaya benar-benar berdampak pada peningkatan PAD dan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember Bobby Arie Sandy mencatat adanya lonjakan pengunjung pasca integrasi kedua destinasi wisata tersebut.
Baca Juga: Wadul Gus’e Banjir Aduan, DPRD Jember Tegaskan Infrastruktur Jadi Prioritas 2026
Bobby menyatakan, semenjak diberlakukannya sistem karcis terpadu Papuma-Watu Ulo di awal Januari, volume pengunjung memperlihatkan kenaikan berarti.
Titik tertinggi tercatat pada 4 Januari dengan 9.000 wisatawan, melampaui jumlah pada 1 Januari yang cuma mencapai sekitar 8.000 pengunjung gabungan dari Papuma (6.000 orang) dan Watu Ulo (1.800 orang).
“Respons masyarakat dan wisatawan sangat menggembirakan. Ada kenaikan yang jauh lebih baik ketimbang saat perayaan tahun baru,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








