MALANG, Tugujatim.id – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Dr Handi Priyanto SAP masuk tiga besar calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang. Hal ini diumumkan saat rilis pada Selasa (21/04/2026).
Selain Handi Priyanto, calon sekda Kota Semarang lainnya yaitu Dr Bambang Pramusinto dan Budi Prakosa ST MT. Kedua nama tersebut datang dari internal Pemkot Semarang.
Handi Priyanto dari kalangan eksternal digadang-gadang sebagai salah satu calon terkuat karena dinilai sebagai energi baru bagi Pemkot Semarang.
Selain itu, dia sudah berpengalaman menjadi kepala dinas sejak 2013 atau sudah 13 tahun menjabat. Dia juga sudah memimpin tujuh dinas hingga dinilai menjadi poin penguat Handi untuk bisa dipilih.
Wartawan Tugujatim.id menelisik seperti apa sih rekam jejak Handi yang oleh banyak orang sering disebut memimpin dengan hati dan manusiawi.
Baca Juga: Kepala Bapenda Dr Handi Priyanto: Tak Ada Kenaikan untuk Pajak Kendaraan Bermotor!
Handi dalam sebuah wawancara mengaku percaya bahwa pemimpin hebat adalah mereka yang mampu mengorkestrasi seluruh talenta di sekitarnya menjadi sebuah harmoni, sehingga istilah atasan dan bawahan baginya hanya sekadar simbolik, tetapi ketika berbicara pekerjaan semua memiliki peran yang sama sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
“Ada dua macam, ada bos dan ada leader. Kalau bos akan muncul pertanyaan who the boss? Saya tidak pernah menjadi bos tapi lebih ditekankan pada leader. Leadership itu memberikan keteladanan, jadi hampir tidak ada atasan bawahan di tempat saya bertugas, seperti di bapenda sekarang,” kata pria kelahiran Mataram, 7 Juni 1976, ini di Podcast Tugu Inspirasi yang tayang di kanal YouTube Tugu Malang ID, beberapa waktu lalu.
“Atasan bawahan kalau saya simpulkan, adanya saat apel (upacara) saja, bawahan memberikan hormat dan atasan membalas hormat. Tetapi dalam bekerja yang ada teamwork dan kita memberikan keteladanan bukan perintah. Maka saya katakan ke kawan-kawan, saya tidak butuh superman yang ada super team,” imbuhnya.
Dengan budaya mendengar dan kepercayaan penuh, Handi memberi ruang bagi orang-orang di sekitarnya untuk berinovasi tanpa rasa takut. Bagi dia, keberhasilan bukan tentang “siapa yang terpintar”, melainkan seberapa solid sebuah tim bergerak menghadapi tantangan zaman.
Rekam Jejak Langkah Handi
Sebagai seorang birokrat, karir Handi awalnya di lingkungan Pemerintah Kota Malang sebagai lurah Polowijen, Kecamatan Blimbing, pada 2002, setelah memutuskan pindah ke Malang. Sebelumnya Handi berkiprah di lingkungan Pemerintah Kota Kendari sejak menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), kini menjadi IPDN dan lulus 1998.
Handi dalam bekerja menekankan pentingnya memiliki prinsip untuk terus komitmen terhadap pekerjaan sebagai sebuah amanah yang dipercayakan kepadanya.
“Di mana saya bekerja, di situ saya akan sangat profesional, saya akan all-out,” ucapnya.
Setelah melaksanakan tugas sebagai lurah Polowijen, Handi kemudian dipercaya menduduki posisi camat Blimbing pada 2011, lalu dua tahun berselang mendapat tugas sebagai kepala Satuan Polisi Pamong Praja tahun 2013. Ketika banyak orang enggan masuk ke Satuan Polisi Pamong Praja, Handi justru melihat hal itu sebagai peluang yang strategis.
Setelah itu beberapa jabatan dipercayakan kepadanya, dia pernah menjabat sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan (2013-2014), Kepala Dinas Perhubungan (2015-2016), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (2016), Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM (2016-2019), Kepala Dinas Perhubungan (2019-2021), Plt. Direktur Utama Perumda Tugu Tirta (2024), Ketua Dewan Pengawas Perumda Tugu Tirta (2022-2025), dan Kepala Badan Pendapatan Daerah hingga sekarang.
Ketika dipercaya menjabat sebagai kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi menghadirkan beragam inovasi yang memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat. Salah satunya adanya Sistem Perparkiran Malang (Sisparma).
Mengutip dari Kumparan, aplikasi Sisparma yang diluncurkan pada 2019 menjawab masalah akan kebutuhan melihat titik parkir dan juru parkir di tempat tersebut, sehingga ada koordinator parkir yang terdeteksi melalui aplikasi ini. Jika terdapat pelanggaran di titik tertentu, bisa langsung ditegur oleh koordinatornya.
“Jika ada yang melanggar di titik A begitu, bisa diketahui siapa juru parkir dan koordinatornya. Kita ingin memastikan pelayanan parkir semakin meningkat, karena ini berhubungan langsung dengan masyarakat,” terang alumnus Universitas Merdeka Malang tersebut.
Setelah Sisparma, inovasi kembali dihadirkan lewat program Smart Card. Program yang memanfaatkan teknologi untuk mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) saat melakukan Uji Kir kendaraan.
Lewat program ini pemilik kendaraan bermotor tidak lagi mendapatkan buku uji kir dan layanan lebih mudah serta praktis, di mana smart card layaknya KTP elektronik yang mudah dibawa kemana-mana.
Inovasi berikutnya dihadirkan dalam bentuk Srikandi Squad melibatkan peran serta perempuan untuk membangun ikatan emosional di masyarakat saat melakukan penertiban. Berikutnya Intelligent Transport System (ITS), terobosan kecanggihan traffic light yang ada di Kota Malang, Portable Traffic Light yang pertama kali ada di Indonesia dan dimulai di Kota Malang.
Inovasi ini sebagai bentuk langkah antisipasi ketika traffic light mengalami masalah sehingga dapat mengurai kemacetan yang terjadi. Kemudian aplikasi Angkot Online yang membantu masyarakat mendeteksi angkot sesuai dengan rute yang dituju.
Kehadiran aplikasi Angkot Online ini, Handi mendorong perlunya pengelola angkot beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Angkot harus bisa beradaptasi di dunia online, untuk bisa survive,” terangnya.
Selepas dari Dinas Perhubungan Kota Malang, di Perumda Tugu Tirta maupun Bapenda Kota Malang, Handi tetap melakukan berbagai inovasi layanan publik. Baginya setiap tempat memang memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri, tetapi itu justru menjadi peluang untuk menghadirkan terobosan baru.
“Di semua tempat ada tantangan tersendiri, ada kesulitan tersendiri, dan kita harus berpikir bagaimana menciptakan tantangan itu menjadi peluang yang menciptakan terobosan,” tuturnya.
Inovasi Handi Tuai Beragam Prestasi
Buah dari komitmen, sikap profesional, dan inovasi layanan yang dihadirkan oleh Handi ketika dipercaya memimpin sebuah instansi, menuai berbagai prestasi membanggakan.
Salah satunya ketika masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang menghasilkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggara Perhubungan pada tahun 2019 yang kemudian dibahas pada 2020.
Ranperda tersebut masuk dalam capaian Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Menurutnya Ranperda ini sangat penting untuk mengatur secara detail sistem perhubungan di Kota Malang.
“Selama ini tidak ada yang mengatur secara detail, mulai dari sistem parkir, sistem lalu lintas, angkutan umum, dan lain-lain,” papar Handi.
Prestasi membanggakan lainnya adalah ketika Pemerintah Kota Malang meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori tertinggi yakni WTN tanpa catatan pada 2019. Saat itu, Handi hadir menerima penghargaan tersebut dari Kementerian Perhubungan.
Terbaru, Bapenda Kota Malang meraih prestasi sebagai satu-satunya Bapenda kategori Kabupaten/Kota di Indonesia yang meraih penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penghargaan ini diperoleh Bapenda Kota Malang dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada akhir tahun 2024 lalu.
Handi menyebut Bapenda Kota Malang menjadi satu-satunya dari 514 Bapenda Kabupaten/Kota se Indonesia yang berhasil meraih predikat bergengsi tersebut. Pencapaian yang menurutnya diperoleh karena kerja nyata bukan dari pencitraan.
“Yang dinilai adalah suara jujur masyarakat. Kalau pelayanan kami buruk, pasti akan terlihat karena tidak mungkin dikondisikan,” ungkap pria berusia 50 tahun itu.
Baca Juga: Bapenda Kota Malang Transformasi lewat Berbagai Inovasi Layanan Digital, Mudahkan Wajib Pajak!
Di bawah kepemimpinan Handi, Bapenda Kota Malang tidak hanya meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah melalui digitalisasi. Inovasi menarik ini yang kemudian membuat Bapenda Kota Malang memiliki aplikasi sendiri dan telah terdaftar HAKI di Kemenkumham sejak tahun 2022.
Handi menekankan berbagai prestasi yang diraih adalah wujud dari semangat untuk melayani masyarakat, sehingga lahirlah berbagai inovasi tersebut.
“Penghargaan bukan soal siapa yang paling hebat. Ini tentang bagaimana semangat melayani bisa menjadi budaya kerja,” tegasnya.
“Kami hanya ingin masyarakat merasa dimudahkan, dihargai, dan dilayani dengan hati. Semua bisa terwujud karena tidak lepas pula dari good will serta dukungan Walikota dan Wakil Walikota sebagai pemimpin daerah,” tambah Handi.
Inovasi yang dihadirkan Handi juga tak lepas dari semangat belajar yang tinggi. Tercatat, Handi pernah mengikuti Urban Transport Study di Stockholm, Swedia di tahun 2015 dan Short Course On Local Taxes and Revenues di Melbourne, Australia pada tahun 2024 lalu. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Dwi Lindawati








