JEMBER, Tugujatim.id – Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) Saiful Anwar STP MP kukuhkan dua guru besar (gubes) baru dalam Rapat Terbuka Senat, di GOR Perjuangan 45 Polije, Senin (28/4/2025).
Dua profesor itu yakni Prof Dr Ir Bayu Rudianto ST MSi dalam bidang Ilmu Teknik Energi dan Prof Dr Muksin SP MSi dalam bidang Ilmu Pemberdayaan Masyarakat. Keduanya merupakan profesor ke-4 dan ke-5 dimiliki Polije.
Dalam pidato ilmiahnya, Prof Dr Ir Bayu Rudianto ST MSi membawakan orasi berjudul “Analisis Hukum Kedua Termodinamika dan Optimasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Single-Flash Steam Cycle”.
Baca Juga: Polije Borong Penghargaan Tata Kelola Keuangan dari KPPN Jember
Menurut dia, pidato ini berkaitan dengan bidang ilmu teknik energi, khususnya kajian termodinamika. Kajian ini bertujuan memperbaiki efisiensi termal pada pembangkit listrik tenaga panas bumi melalui analisis energi dan eksergi.
Dimana, energi dianalisis berdasarkan hukum pertama termodinamika, sedangkan eksergi didasarkan pada hukum kedua termodinamika yang mengukur kualitas energi dan ketidakmampubalikan atau irreversibility dalam sistem.
“Ilmu ini memang masih sedikit (dibahas). Orang masih berbicara tentang energi tapi soal termodiamika belum banyak dibahas. Hanya menjelaskan tentang bagaimana energi itu berpindah tanpa mengurai kenapa itu mengalami penurunan. Itu yang belum pernah dibahas,” ujarnya.
Diketahui, Prof Bayu merupakan profesor pertama dari Jurusan Teknik Polije. Dia juga menjadi profesor termuda dari lima profesor yang sudah dikukuhkan hingga saat ini. Menurut dia, perjalanan meraih gelar guru besar merupakan perjalanan yang tidak mudah. Dia meyakini tiga hal. Yakni tekun, ulet, dan konsisten.
“Hal pertama yang paling penting adalah tekun, ulet, konsisten. Terus berkarya di bidang ilmu kita sampai meraih sesuatu yang dituju. Halangan itu pasti, tapi bagaimana ini jadi tantangan yang diselesaikan,” sambungnya.

Sementara itu, Prof Dr Muksin SP MSi menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pemberdayaan Masyarakat: Evolusi Konsep dan Strategi Melembagakan Proses Bertumbuhnya Keberdayaan Kelompok Marginal Pedesaan”.
Dalam orasinya, Prof Muksin mengulas perjalanan evolusi konsep pemberdayaan masyarakat, dari pendekatan tradisional hingga strategi modern yang mengutamakan pelembagaan sosial. Dia menyoroti pentingnya membangun struktur sosial yang kokoh untuk mendukung keberdayaan kelompok marginal di pedesaan.
“Pemberdayaan masyarakat adalah suatu konsep yang dikembangkan sebagai antitesis dari pelaksanaan pembangunan yang awalnya banyak didominasi oleh upaya-upaya perubahan ke arah perubahan fisik dengan bahan di masyarakat masih mengutamakan bagaimana manusia dan manusia dan masyarakat memiliki kesadaran penuh atas apa yang dibutuhkan dalam proses pembangunan orang luar yang sehat sangat fasilitasi itu dan tidak lebih tahu dari orang dalam,” jelas Prof Muksin.
Dia menekankan bahwa strategi pemberdayaan harus berbasis pada potensi lokal, bersifat partisipatif, dan fokus pada penguatan proses sosial yang berkelanjutan. Sehingga prinsip, strategi, dan visi pemberdayaan ke depan akan dapat terlaksana melalui kerja sama multi pihak.
“Semua itu adalah kunci menjawab sekaligus kunci mengatasi tantangan global dan lokal saat ini dan ke depan. Tuntutan dan tantangan tersebut semakin berat, bervariasi, dan dipercepat dengan perubahan teknologi informasi yang masif,” urainya.
Gubes Baru Indikator Kualitas Pendidikan di Indonesia
Di sisi lain, Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) Saiful Anwar STP MP menyampaikan rasa bangga atas bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan Polije. Dia menegaskan bahwa keberadaan guru besar menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat dan suskes kepada dua profesor yang dikukuhkan hari ini,” ungkapnya.
Kehadiran dua guru besar baru diharapkan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat.
“Dengan melengkapinya, dua profesor ini menjadi total 5 profesor di Polije. Semakin menguatkan posisi Polije di tengah kancah pergaulan nasional dan ataupun internasional,” kata Syaiful.
Dia menambahkan, Polije akan terus mendorong para dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik, memperkuat budaya riset, dan menghasilkan inovasi-inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Termasuk, memperkokoh posisinya sebagai salah satu politeknik berkualitas di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan bertambahnya dua profesor ini, total Polije kini memiliki lima guru besar. Saiful juga mengungkapkan bahwa tahun ini, Polije menargetkan penambahan tiga guru besar lagi.
Selain itu, Polije tengah mempersiapkan akselerasi pembukaan program studi doktoral (S3) terapan. Program ini diharapkan dapat mewadahi doktor dan profesor di lingkungan Polije untuk membimbing mahasiswa pada jenjang doktoral.
“Harapannya, para profesor ini juga akan mempertajam lini bisnis Polije melalui pengembangan produk inovatif yang diciptakan dari teaching factory dan siap ditumbuhkan di masyarakat,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








