• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Siswa Sekolah Rakyat di Tuban.

Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Kabupaten Tuban Sugeng Purnomo. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Dua Siswa Sekolah Rakyat di Tuban Mundur, Alasan Sepele Jadi Kendala

Dwi Linda by Dwi Linda
10 months ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Program Sekolah Rakyat (SR) Tuban ternyata tidak selalu berjalan mulus. Tercatat ada dua siswa Sekolah Rakyat di Tuban yang memutuskan mundur pada September 2025 ini. Mereka terdiri dari satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan.

Kepala Sekolah Rakyat Tuban Vera Khairun Nissa membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, posisi siswa laki-laki sudah ada pengganti, namun untuk siswi perempuan hingga kini masih kosong.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

“Kalau dari SMA ada satu anak juga yang memilih tidak melanjutkan. Jadi saat ini jumlah siswa SMA hanya 24 orang,” jelas Vera, Kamis (02/10/2025).

Baca Juga: Menpora Dito Ariotedjo Serahkan Peralatan Olahraga untuk Sekolah Rakyat di Tuban

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Kabupaten Tuban Sugeng Purnomo mengungkapkan alasan mundurnya para siswa Sekolah Rakyat di Tuban cukup unik. Salah satunya karena tidak bebas menggunakan gawai selama berada di asrama.

“Alasan pertama ya karena tidak bisa pegang HP. Mereka terbiasa setiap hari main HP, sementara di SR ada aturan ketat soal itu. Sudah dibujuk, bahkan orang tuanya ikut menasihati, tapi tetap tidak mau,” terang Sugeng.

Pihak sekolah dan dinsos sebenarnya sudah berupaya memberi pemahaman bahwa aturan ini demi kebaikan masa depan siswa. Namun, keputusan anak tetap bulat untuk mundur.

“Kami juga serba bingung, karena di satu sisi harus melindungi anak dan keluarganya. Tapi kalau anaknya sudah menolak keras, ya akhirnya kami izinkan mundur,” tambahnya.

Selain soal HP, faktor lain yang membuat siswa Sekolah Rakyat di Tuban tidak betah adalah kebiasaan di rumah yang berbeda jauh dengan kehidupan di asrama.

“Satu siswa laki-laki itu tidak kerasan karena terbiasa bebas di rumah, sementara di asrama ada aturan ketat. Jadi dia memilih mundur,” jelas Sugeng.

Sekolah Rakyat di Tuban.
Kepala Dinsos P3A dan PMD Tuban Sugeng Purnomo bersama stakeholder ngecek persiapan Sekolah Rakyat di BLK. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Meski begitu, pihak sekolah masih membuka peluang pengganti selama masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung. Setelah MPLS berakhir, kesempatan untuk mengisi kekosongan siswa tidak lagi dibuka.

“Selama MPLS ini masih ada kesempatan mencari pengganti. Setelah itu tidak bisa lagi, sesuai ketentuan dari Kementerian,” tegasnya.

Kasus mundurnya dua siswa ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara SR Tuban. Program yang dirancang untuk memberi kesempatan pendidikan setara, terutama bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat, ternyata tidak lepas dari tantangan penyesuaian diri siswa.

Meski begitu, pihak dinsos memastikan bahwa komitmen untuk mendukung keberlangsungan SR tetap kuat.

“Kami terus berupaya agar siswa bisa beradaptasi. Harapan kami, yang sudah masuk bisa bertahan hingga lulus,” pungkas Sugeng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniFasilitas Sekolah Rakyat di TubanGedung Sekolah Rakyat di TubanKabupaten Tuban hari iniProgram Sekolah Rakyat di TubanSiswa Sekolah Rakyat di Tuban mundurTuban
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Hari Batik Nasional

Sejarah Singkat Peringatan Hari Batik Nasional Setiap 2 Oktober

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID