• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
PPPK Jember.

Ketua Komisi A DPRD Jember Budi Wicaksono soal dugaan ketidakadilan penilaian kinerja PPPK Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Dugaan Ketidakadilan Penilaian Kinerja PPPK Jember Disorot, Ancaman Like-Dislike dari Atasan?

Dwi Linda by Dwi Linda
5 months ago
in Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember menyoroti isu krusial soal objektivitas evaluasi performa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan menentukan nasib kelanjutan masa kerja mereka. Lalu bagaimana sistem penilaian PPPK Jember?

Permasalahan mencuat menyusul banyaknya pengaduan dari kalangan pekerja PPPK Jember mengenai sistem penilaian yang diduga rentan terhadap intervensi hubungan personal dengan pimpinan.

You might also like

DPRD Kota Malang

Serius! Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Segera Rancang Perda Pencegahan LBGT

17/07/2026 7:33 PM
Pemkot

Pemkot Surabaya Siapkan 3.270 Stand untuk PKL, Penataan Diupayakan Lebih Humanis

17/07/2026 6:45 PM

Baca Juga: Waswas soal Masa Kerja, Ribuan Tenaga PPPK di Jember Jadi Sorotan Jelang 2027

Ketua Komisi A DPRD Jember Budi Wicaksono mengungkapkan telah menerima berbagai pengaduan tidak resmi dari pegawai PPPK yang cemas terhadap standar evaluasi yang dianggap kurang transparan.

“Keluhan yang masuk cukup banyak, mereka khawatir sistem penilaiannya bersifat like and dislike. Soalnya yang memverifikasi langsung adalah atasannya sendiri, contohnya pimpinan sekolah,” paparnya, Selasa (10/02/2026).

Menurut pengamatannya, situasi demikian dapat memicu diskriminasi apabila tidak ada mekanisme kontrol yang memadai. Dia memberikan ilustrasi keresahan para PPPK Jember yang berpotensi memperoleh skor buruk bila menolak tugas tambahan di luar kewajiban utama.

“Ada kekhawatiran kalau tidak mau ikut permintaan di luar pekerjaannya, dikhawatirkan skornya bakal rendah,” ungkapnya.

Plt BKPSDM Bantah Isu Negatif soal Sistem Penilaian

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember Deni Irawan membantah anggapan tersebut dengan menegaskan bahwa sistem evaluasi telah didesain berbasis standar objektif.

PPPK di Jember.
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember Deni Irawan. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

“Lebih dari itu, tahapan penilaian melalui prosedur kesepakatan kolektif sebelum difinalisasi,” ungkap Deni.

Dia juga menekankan bahwa metode evaluasi mengombinasikan aspek angka dan deskriptif dengan prinsip keterbukaan serta adanya kesempatan bagi pegawai untuk mengajukan keberatan.

Baca Juga: Jalan Buntu! Nasib 39 Guru PPPK di Tuban Kian Sulit Diperjuangkan

“Ada parameter persentase dalam penilaian ini. Bukan sepenuhnya berbasis opini pribadi. Sebelum disahkan ada pembahasan dulu. Jika ada yang merasa tidak cocok dengan catatan kinerja, pegawai boleh mengajukan komplain dengan bukti pendukung. Kami pun siap menyediakan layanan konsultasi,” terangnya.

Namun demikian, Deni mengakui bahwa aturan pelaksanaan untuk beberapa kategori PPPK, khususnya untuk pekerja dengan jam kerja terbatas, masih dalam tahap penantian. Kondisi ini menyebabkan beberapa kebijakan bergantung pada instruksi dari pemerintah pusat.

“Belum tersedia prosedur pengisian formasi, kecuali ada arahan dari pusat untuk melakukan penerimaan pegawai baru,” tutup Deni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita DPRD JemberBerita Kabupaten Jember hari iniIsu penilaian PPPK di JemberJemberKabupaten Jember hari iniPenilaian PPPK JemberPPPK di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

DPRD Kota Malang

Serius! Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Segera Rancang Perda Pencegahan LBGT

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 7:33 PM
0

Kota Malang, Tugujatim.id - Gaduh pencegahan LGBT di berbagai daerah ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita....

Pemkot

Pemkot Surabaya Siapkan 3.270 Stand untuk PKL, Penataan Diupayakan Lebih Humanis

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 6:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 3.270 stand bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai bagian dari upaya penataan...

Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Ancam Copot Pejabat yang Lambat Tangani Aduan Warga Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 9:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Usai dua minggu rutin melakukan inspeksi langsung ke lapangan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas...

DPRD Tuban

DPRD Tuban Soroti SILPA Rp485,69 Miliar, Dorong Optimalisasi Anggaran dan Peningkatan PAD

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:32 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – DPRD Tuban menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam pembahasan tersebut,...

Next Post
DPRD Surabaya.

DPRD Surabaya Panggil Pihak Terkait soal Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID