JEMBER, Tugujatim.id – Upaya mendorong para pelajar menguasai life skill dan bahasa global, English 1 Jember resmi meluncurkan identitas barunya. Ini menandai transformasi lembaga kursus bahasa Inggris yang telah berdiri lebih dari 21 tahun di Jember.
Center Director English 1 Jember Stefani Andria menjelaskan, rebranding dari EF Kids & Teens menjadi English 1 bukan sekadar pergantian nama.
“Ini proses evolusi yang membawa semangat baru,” tuturnya pada acara Brand New Look English 1 Jember, Jumat (18/07/2025).
Meski nama berubah, metode pembelajaran dan standar pengajaran tetap sama. Stefani menegaskan, yang membedakan English 1 dengan lembaga kursus lain adalah fokus pengajaran life skill.
“Di sini siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga public speaking, presentasi, teamwork, dan keterampilan lain yang akan mereka butuhkan dalam kehidupan ke depan,” jelasnya.
English 1 Jember mengusung sistem pembelajaran student focus, bukan teacher focus. Guru tidak hanya menyampaikan materi satu arah, melainkan mendorong siswa berdiskusi dan saling mengajari.
“Karena itu, belajar tatap muka tetap penting dan tidak bisa digantikan dengan kelas online,” katanya.
Saat ini, English 1 Jember memiliki sekitar 700 siswa aktif dari usia 3 tahun hingga 19 tahun. Dia mengungkap, sejak usia dini, anak sudah dapat belajar bahasa Inggris.
“Anak usia tiga tahun sudah bisa mulai belajar bahasa Inggris. Fokus kami memang pada kids and teens,” tambah Stefani.
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Dunia Profesional
Salah satu alumni English 1 Jember, Muhammad Afiful Jauhani yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan pentingnya kemampuan bahasa Inggris di dunia profesional. Afiful kini berkarir sebagai dokter spesialis forensik dan medikolegal serta dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jember (Unej).
“Bahasa Inggris bukan sekadar penting, tapi kebutuhan di era global. Dalam belajar kedokteran, 95 persen textbook berbahasa Inggris, dan tidak bisa diartikan harfiah karena levelnya sudah advance,” ungkapnya.
Selain itu, untuk menempuh pendidikan spesialis, ada kewajiban presentasi di forum internasional.
“Jadi harus benar-benar memahami English secara lengkap,” ujarnya.
Menurut Afiful, bahasa Inggris adalah kunci membuka akses global.
“Dengan bekal bahasa Inggris, kita sudah cukup untuk daily activity di negara mana pun,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








