MALANG, Tugujatim.id – Peduli soal pola asuh anak di era digital, tim mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang (UM) gelar sosialisasi pada Senin (19/06/2023). Sasaran sosialisasi mahasiswa KKN UM adalah kelompok PPK di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupatan Malang.
Katherin Ananda Yuliani selaku pemateri sosialisasi yang digelar mahasiswa KKN UM mengatakan, kemajuan teknologi harus diwaspadai, terutama orang tua dalam mengasuh anaknya.
“Teknologi bagaikan pedang bermata dua. Selain kelebihan, perkembangan teknologi juga memiliki dampak yang harus diwaspadai, khususnya pada anak-anak yang sangat memerlukan bimbingan orang tua dalam menggunakannya agar tidak disalahgunakan,” ujar Katherin Ananda Yuliani dalam sosialisasi yang diinisiasi oleh salah satu tim KKN Reguler Semester Antara 2022/2023 UM Desa Talok.

Hadirnya tema pelatihan ini, dilatarbelakangi pesatnya era digital. Di mana meski segala sesuatu menjadi lebih mudah, hemat waktu, bahkan hemat biaya. Ternyata, perkembangan dunia digital memberi kemudahan dan juga berpeluang menciptakan gap antara orang tua dan anaknya.
Karena itu, dia mengatakan pentingnya peran orang tua untuk mengawasi perilaku anak dalam menggunakan perangkat digital. Hal ini sangat baik mengingat kemudahan informasi yang dapat diakses tanpa batas, tapi juga menjadi ancaman hingga berdampak buruk pada perilaku anak.
Dia melanjutkan, tidak sedikit pengaruh buruk yang dapat terjadi. Di antaranya kurang bergaul atau bersosialisasi hingga kurang waktu bermain yang mendidik anak berpikiran lebih kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah (problem solving). Juga termasuk kecerdasan motorik kasarnya kurang terstimulasi, anak-anak akan menjadi terobsesi dan ketagihan kepada teknologi. Karena itu, dia turut menyampaikan tips-tips dalam mengasuh anak di era digital.

“Orang tua harus lebih bijak membebaskan anak untuk mengakses internet dan berselancar di dunia maya. Kegiatan belajar dengan teknologi digital ini tentunya harus tetap dengan pengawasan orang tua,” katanya. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran bagi ibu-ibu PKK sekalian,” tambah Ahmad Sofi Firdausi selaku MC kegiatan serta penanggung jawab kegiatan sosialisasi.
Orang tua, dia mengatakan, memegang peran penting dalam upaya menegakkan kembali peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai luhur pada anak. Karena itu, orang tua harus mampu memanfaatkan teknologi dengan tepat untuk tujuan positif, menyesuaikan cara mendidik anak agar lebih bisa diterima dengan memosisikan dirinya sebagai role model. Harapannya, orang tua dapat melindungi anak dari pengaruh negatif gadget dan cara menangkalnya. (adv)
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








