• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pembatik asal Pasuruan. (Foto: Alam Batik/Tugu Jatim)

Pembatik asal Pasuruan yang karya batik alamnya terkenal hingga ke Korea. (Foto: Alam Batik)

Ferry Sugeng Santoso, Pembatik asal Pasuruan yang Karyanya Nge-Hype di Negara Korea

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Salah satu karya batik asal Kabupaten Pasuruan ternyata ada yang diakui dan terkenal hingga ke negeri Korea. Karya batik Ferry Sugeng Santoso, warga asal Dusun Pajaran, Desa Gunting, Kabupaten Pasuruan, ini menjadi salah satu bukti bahwa kain batik jika ditekuni akan jadi karya seni bernilai tinggi yang diakui secara internasional.

Bahkan, merek Alam Batik Pasuruan milik Ferry ini sudah melakukan MoU dengan Pemerintah Korea Selatan terkait program pelestarian budaya.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Sejak 2017-2019, setiap tahun kami berangkat ke Korea Selatan dan semua akomodasi dibiayai pemerintah sana, ” ujarnya.

Bahkan, Ferry kerap dipercaya Pemerintah Korea Selatan sebagai pengisi materi membatik di beberapa workshop.

“Termasuk kegiatan workshop di Kota Cirebon terkait pelatihan batik selama 3 tahun, mulai 2019 sampai 2023, semua ditanggung pemerintah Korea,” imbuhnya.

Pria yang pernah mendapat penghargaan Nayaka Pariwisata dari Kementerian Pariwisata ini mengungkapkan, batiknya punya ciri khas, yakni memakai pewarna alam dengan motif yang penuh dengan filosofi makna yang mendalam.

“Batik pewarna alam jadi salah satu ciri khas kami, karena sebagian orang masih belum banyak yang tahu. Tapi dari pameran yang diikuti, di luar negeri mereka justru sangat tertarik dengan batik yang memakai pewarna alam, ” ungkapnya.

Berawal dari lingkungan keluarganya yng seorang pembatik, pria asal Kabupaten Pasuruan ini pun selalu berupaya menanamkan nilai filosofi dalam setiap karya batiknya.

“Bagi saya, batik itu bukan sekadar seni semata, tapi suatu warisan luhur yang penuh dengan filosofi dan nilai-nilai spiritual,” ungkapnya.

Meski pandemi Covid-19 sempat menghalangi berbagai kegitatan pameran dan workshop yang sudah direncanakan, semangat Ferry untuk melestarikan budaya batik menjadikannya bersama perajin Alam Batik tetap memproduksi kain batik berkualitas.

“Sejumlah pameran dan workshop yang memang banyak yang ditunda, tapi untuk produksi sendiri tetap jalan. Karena prinsip saya, rezeki tidak pernah tertukar asal kita terus bergerak,” ucapnya.

Ferry berharap ke depannya, industri batik terutama batik dengan pewarna alam ini akan semakin maju dan dikenal oleh berbagai macam kalangan.

“Semoga ke depannya batik dengan pewarna alam ini makin eksis dan dapat atensi dari masyarakat luas,” pungkasnya.

Tags: berita Pasuruanberita Pasuruan hari inikain batikKoreaPasuruanPasuruan hari iniPembatikpembatik asal Pasuruanpembatik yang terkenal di Korea
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Pisang Cavendish

Manfaat Pisang Cavendisch Mulai dari Buah hingga Kulit

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID