• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Festival Egrang Jember

Wakil Menteri PPPA RI, Veronica Tan saat memberikan sambutan pada acara Festival Egrang Jember. (Foto: Diki Febrianto)

Festival Egrang Jember, Wamen PPPA Serukan Pentingnya Permainan Tradisional di Era Digital 

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
12 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Festival Egrang Jember menjadi simbol pemulihan permainan asli Nusantara di era digital yang kian mendominasi.

Inisiatif yang diprakarsai Tanoker Ledokombo tersebut memperoleh dukungan langsung dari Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan, yang hadir memberikan sambutan khusus pada Sabtu (26/7/2025).

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Dalam pidatonya, pejabat tersebut menegaskan bahwa perayaan semacam ini bukan semata upaya menjaga warisan leluhur, melainkan juga merupakan langkah konkret menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif generasi muda Indonesia.

Veronika menyatakan bahwa perayaan ini tidak hanya memperingati adat istiadat, namun juga membangkitkan kembali nilai persaudaraan dan hubungan antarmanusia yang tergerus akibat teknologi digital. Anak-anak perlu kembali beraktivitas bersama, tidak melulu terpaku pada perangkat elektronik.

“Di masa pandemi COVID-19 yang lalu telah mengubah pola pembelajaran dan pergaulan anak-anak. Ketergantungan pada teknologi membuat generasi muda kehilangan ajaran etika yang sebelumnya ditanamkan pendidik dan keluarga,” ujar Veronica.

Dahulu pembelajaran bersumber dari pengajar, keluarga, dan literatur cetak. Kini anak-anak memperoleh pengetahuan dari sistem algoritma, yang berisiko tanpa pengawasan yang memadai.

Ia juga mengajak lembaga pendidikan untuk tidak hanya memprioritaskan aspek akademis, tetapi juga mengintegrasikan permainan warisan budaya dalam program pembelajaran atau kegiatan tambahan.

Festival Egrang Jember 1
Permainan Tradisional Nusantara di Festival Egrang Jember. (Foto: Diki Febrianto)

Harapannya adalah sekolah-sekolah menyediakan area terbuka bagi siswa untuk bermain egrang, gobak sodor, dan aktivitas serupa lainnya. Hal ini penting untuk membentuk kepribadian dan kesehatan fisik mereka.

Perayaan egrang yang dihadiri ribuan penduduk lokal itu menampilkan berbagai pertunjukan permainan berbahan bambu, arak-arakan kebudayaan, serta partisipasi aktif dari anak-anak, pemuda, hingga warga senior. Kelompok Tanoker sebagai penyelenggara utama dikenal karena konsistensinya mengangkat tema edukasi, budaya, dan kepentingan anak.

“Penguatan organisasi masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai lokal merupakan fondasi utama membangun daya tahan anak dari aspek psikologis, sosial, dan moral,” imbuhnya.

Organisasi seperti Tanoker memiliki peran vital, karena melalui mereka berbagai program dapat dijalankan, mulai dari pelatihan pemahaman hukum, pendidikan pengasuhan, hingga penguatan perekonomian setempat.

BACA JUGA: JFC 2025 Siap Digelar Tiga Hari Penuh, Ini Jadwal Lengkap Setiap Sesi

Veronica juga menyoroti pentingnya mengatasi permasalahan anak sejak akar penyebabnya, termasuk dampak perkawinan usia dini dan ketidaksiapan orang tua dalam mendidik anak.

Persoalan pengasuhan tidak dapat diselesaikan oleh satu kementerian saja. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen: dari perguruan tinggi, organisasi perempuan, hingga pemimpin daerah. Semua pihak harus berkomitmen melindungi generasi muda.

Perayaan egrang di Sumber Lesung dipandang sebagai wujud kerjasama nyata dari tingkat grassroot yang dapat menjadi rujukan secara nasional. Veronika berharap, gerakan komunitas semacam ini dapat mendorong terwujudnya generasi emas Indonesia di tahun 2045.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita jemberFestival JemberJemberKabupaten Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
RISE 2025.

RISE 2025 Dorong Ribuan Pelajar Jadi Pemimpin Berempati

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID