MOJOKERTO, Tugujatim.id – Setiap perguruan tinggi mempunyai nilai-nilai filosofis yang menjadi tujuan utama. Selain sebagai guidance, nilai-nilai filosofis ini juga menjadi ciri pembeda dari perguruan tinggi lainnya. Tidak terkecuali Unim Mojokerto.
Rektor Unim Mojokerto, Dr Rachman Sidharta Arisandi menuturkan, Unim Mojokerto memiliki enam nilai kebaikan yang menjadi pijakan dasar bagi pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia di Unim Mojokerto. “Unim Mojokerto sendiri mempunyai enam nilai kebaikan yang menjadi nilai utama kami,” kata Rachman, sapaan Rektor Unim Mojokerto, pada Senin (26/6/2023).
Nilai kebaikan pertama adalah biaya pendidikan terjangkau. Nilai ini, bagi Rachman, menjadi nilai pertama Unim Mojokerto. “Pertama, nilai tentang biaya pendidikan terjangkau. Itu menjadi konsen kami melihat masih tingginya biaya pendidikan di beberapa lembaga,” beber Rachman.
Nilai kebaikan kedua adalah reputasi. “Reputasi yang dimaksud tidak hanya menjaganya tapi juga reputasi yang tumbuh berkelanjutan. Unim Mojokerto sendiri telah mempunyai 13 prodi dan tujuh rencana pengembangan prodi baru, empat di antaranya pada tahapan proses pendirian. Kalau bukan yang terbesar, pastilah masuk kategori perguruan tinggi besar di Mojokerto,” imbuh Rachman.
Kemudian, nilai kebaikan ketiga Unim Mojokerto adalah kurikulum yang senantiasa terbarukan. “Kurikulum yang terbarukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan ilmu dan teknologi,” sambung Rachman.
Nilai kebaikan keempat adalah keluwesan program perkuliahan. “Maksudnya, nilai ini memberi keluwesan kepada mahasiswa, baik mahasiswa reguler maupun mahasiswa yang sudah bekerja,” tutur Rachman.
Nilai kebaikan kelima adalah sistem perkuliahan hibrida. Maksudnya, perkuliahan menjadi fleksibel karena dapat dilakukan jarak jauh. “Selain efektif untuk membentuk kompetensi akademik dan profesional, sistem perkuliahan hibrida juga efisien dalam hal waktu, tenaga, dan biaya pendidikan,” jelas Rachman.
Terakhir, nilai kebaikan keenam Unim Mojokerto adalah komitmen pengembangan minat dan bakat mahasiswa berkelanjutan. “Terbukti, sudah enam tahun Unim Mojokerto melaksanakan asesmen akademik, konseling pemilihan program studi, dan layanan bimbingan edukasi dan konseling lanjutan (Bekal),” pungkas Rachman.
Reporter: Hanif Nanda
Editor: Lizya Kristanti








