Garuda Literasi Ajak Pemuda Indonesia Lebarkan Zona Nyaman di Dunia Literasi - Tugujatim.id

Garuda Literasi Ajak Pemuda Indonesia Lebarkan Zona Nyaman di Dunia Literasi

  • Bagikan
Wieke Gur, International Coach dan Founder Bahasa Kita, saat menyampaikan inspirasinya kepada para pemuda penggiat literasi dalam webinar bertema “Berliterasi dan Melebarkan Zona Nyaman” pada Sabtu (21/08/2021). (Foto: Mega Ainun Pondok Inspirasi/Tugu Jatim)
Wieke Gur, International Coach dan Founder Bahasa Kita, saat menyampaikan inspirasinya kepada para pemuda penggiat literasi dalam webinar bertema “Berliterasi dan Melebarkan Zona Nyaman” pada Sabtu (21/08/2021). (Foto: Mega Ainun Pondok Inspirasi)

Tugujatim.id – Garuda Literasi (Gardasi), komunitas yang bergerak pada kepemudaan dan literasi, kembali menggelar webinar secara virtual bertema “Berliterasi dan Melebarkan Zona Nyaman” pada Sabtu (18/08/2021). Dalam webinar kali ini, Gardasi menghadirkan narasumber sekaligus sosok inspiratif yaitu Wieke Gur, founder Bahasa Kita dan Intercultural Coach.

Dalam webinar, Wieke Gur menjelaskan terkait pentingnya meningkatkan literasi serta pencerdasan budaya bagi pemuda Indonesia. Dia mengatakan, sebenarnya literasi itu sendiri memiliki arti yang luas.

“Literasi itu tidak hanya kemampuan membaca secara terus-menerus, tapi juga kemampuan menulis, mendengarkan, serta kemampuan dalam menyampaikan suatu hal,” ujarnya.

Wieke menerangkan, kayanya budaya yang dimiliki Indonesia sering kali terjadi konflik antara dua belah pihak. Karena pencerdasan budaya dan literasi merupakan dua hal yang saling berhubungan satu sama lain, di mana saat kita membaca suatu tulisan atau menulis sesuatu, tulisan itulah yang akan menunjukkan bagaimana budaya serta karakter yang berbeda dari setiap orang.

“Tidak mudah mengubah zona nyaman setiap orang, tapi sekali melakukan perubahan, hal itu dapat terus berlanjut. Melebarkan zona nyaman itu tidak bisa langsung dalam skala besar, cukup dalam skala kecil tapi terus berlanjut. Jadi, pemantik dalam melebarkan zona nyaman itu berbeda-beda dan tiap orang dapat menemukannya dalam dirinya sendiri,” ujar Wieke.

Masih dalam rangka memperingati HUT ke-76 RI, setiap pemuda harus selalu menghargai orang lain dan memiliki rasa empati karena setiap orang memiliki cerita dan nilai yang berbeda.

“Jangan mudah menghakimi orang lain karena setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda. Lihatlah konteks tiap orang terlebih dulu, terutama dalam menilai tulisan ataupun literasi dalam konteks lainnya,” ujar dia dalam webinar kali ini.

Dia mengatakan, tantangan kita di era serba digital saat ini yaitu bagaimana cara menjembatani kesenjangan perbedaan persepsi, kesenjangan perbedaan nilai-nilai dari orang lain.

Untuk diketahui, Garuda Literasi (Gardasi) mendukung Gerakan Literasi Nasional, di mana komunitas ini mengutamakan program pelatihan literasi berbasis literasi kontekstual, yaitu literasi yang tidak hanya proses mendapatkan informasi, tapi proses literasi hingga dapat menyampaikan dan menginspirasi gerakan literasi di komunitas masyarakat. Garuda literasi membangun kerja sama dengan Tugu Media Group dan mengadakan pelatihan jurnalistik bagi pemuda. Selain itu, Garuda Literasi turut didukung oleh PT Paragon Technology and Innovation.

*Penulis adalah member dari Pondok Inspirasi

 

 

  • Bagikan