MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kolokium internasional bertajuk Beyond Resilience: Memikirkan Kembali Masa Depan Iklim, Bencana, dan Lingkungan, Senin (11/05/2026). Forum ini membahas isu perubahan iklim, kebencanaan, dan masa depan lingkungan bersama pemateri dalam dan luar negeri.
Kegiatan yang digelar Pusat Lingkungan, Mitigasi, dan Kebencanaan (PLMK) LPPM UM itu berlangsung di Ruang SDGs Lantai 6 Graha Rektorat UM mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.
Melalui tema Beyond Resilience, forum ini mengajak peserta melihat isu perubahan iklim dan bencana tidak hanya dari sisi ketahanan. Tetapi juga dari upaya transformasi, adaptasi jangka panjang, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
“Upaya menghadapi perubahan iklim dan bencana tidak cukup hanya berbicara bertahan dan pulih. Perlu ada transformasi dan penguatan kapasitas untuk menghadapi tantangan lingkungan di masa depan,” ujar salah satu pemateri, Dr. Heni Masruroh, S.Pd., M.Sc.
UM Perkuat Kerja Sama Internasional
Selain menjadi ruang berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan jejaring internasional PLMK LPPM UM.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara PLMK LPPM UM dengan pemateri masing-masing.
Kerja sama itu mencakup bidang lingkungan, mitigasi bencana, pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, kapasitas pengembangan, hingga pertukaran pengetahuan antar lembaga.
Melalui kolokium internasional ini, UM diharapkan semakin memperluas kontribusinya dalam pengembangan kajian lingkungan dan kebencanaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama berkelanjutan dalam menghasilkan inovasi dan praktik mitigasi yang relevan dengan tantangan lingkungan masa depan,” pungkas Dr. Heni Masruroh.
Hadirkan Pemateri dari Malaysia dan UM
Kolokium internasional ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Intan Sazrina Saimy, Ph.D dari International Science Technology Innovation Center (ISTIC) Universiti Teknologi Malaysia, Assoc. Prof Dr Nor Ashikin Mohamed Yusof dari Universiti Teknologi Malaysia, serta Dr Heni Masruroh dari PLMK LPPM UM.
Para pemateri membahas berbagai isu terkait perubahan iklim, mitigasi bencana, inovasi lingkungan, hingga penguatan kolaborasi internasional.
Kehadiran investor dari berbagai institusi tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai tantangan lingkungan dan kebencanaan di masa depan.
“Kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin menjadi penting untuk menangani permasalahan lingkungan yang semakin kompleks,” kata Intan Sazrina Saimy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








