MALANG, Tugujatim.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) yang menaungi Green Campus menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan Green Campus LPPM ini dilakukan dengan upacara, kerja bakti, hingga menanam pohon yang diikuti oleh semua fakultas di halaman Rektorat UM, Kamis (05/06/2025).
Green Campus LPPM melibatkan seluruh elemen kampus untuk menyukseskan kegiatan ini. Dalam acara itu, hadir Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd, pimpinan universitas, dosen, pengurus ormawa, hingga tim pengelola taman UM.
Baca Juga: Sambut Hari Raya Idul Adha, LPPM UM Adakan Pelatihan Juru Sembelih Halal
Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini diadakan karena keinginan UM untuk memiliki lingkungan yang sehat. Dari lingkungan yang sehat ini, dia melanjutkan, maka makhluk hidup, yang termasuk manusia di dalam kampus, dapat bertumbuh dengan baik.
Karena itu, dia mengatakan, kegiatan ini menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh makhluk hidup yang berada di sekitar UM. Dengan lingkungan fisik yang bagus, dia berharap dapat memberikan pengaruh bagus pula ke lingkungan sosial dan lingkungan akademik di UM.
“Apalagi kampus kita dari tahun ke tahun jumlah mahasiswanya bertambah. Tentunya kalau oksigennya tidak dirawat, kita juga kurang sehat,” jelasnya saat diwawancarai pada Kamis pagi (05/06/2025).

Menurut dia, hal ini dirasa penting sebagai manusia yang berpendidikan yang hidup di lembaga pendidikan juga. Bagi dia, kegiatan ini menjadi tanggung jawab moral dan sosial bagi orang yang terdidik untuk memiliki dampak bagi sekitarnya.
“Kalau istilah sekarang yang lagi tren itu ‘berdampak’. Kehadiran orang terdidik itu berdampak nggak pada lingkungannya?” tuturnya.
Untuk memastikan partisipasi aktif, seluruh fakultas diminta untuk membuat laporan yang dikirim ke LPPM UM.
Sementara itu, Ketua LPPM UM Prof Dr Markus Diantoro MSi menjelaskan, laporan ini bebas dalam bentuk apa pun, bisa laporan akademik, laporan media sosial, hingga video kreatif.
“Ini juga sama untuk memperingati dan memperingatkan. Memperingati diri kita sendiri dan memperingatkan orang lain untuk juga lebih peduli pada lingkungan kita,” jelasnya.

Tidak hanya pohon biasa, dia juga menyambung pesan dari rektor UM tentang jenis tanaman produktif yang juga bisa dinikmati oleh semua orang. Mulai dari ubi, sukun, jambu, dan manggis. Dengan tanaman ini, dia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat lebih, bukan hanya sebagai pemasok oksigen tetapi juga sesuatu yang bisa dikonsumsi.
“Itu tidak sekadar menghijaukan dan menyegarkan udara, tapi juga menyegarkan perut,” ucapnya.
Secara teknis, Ketua Green Campus LPPM UM Prof Dr Sumarmi MPd menjelaskan, kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh fakultas dan Pascasarjana yang dipimpin oleh dekan dan direktur. Sedangkan ormawa yang terlibat adalah Kementerian Lingkungan Hidup dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM.
“Karena mahasiswa ini sudah masa liburan sehingga yang kami ajak tadi itu teman-teman dari BEM, terutama dari Kementerian Lingkungan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, dia mengatakan, diutamakan kolaborasi dengan seluruh elemen kampus sehingga para dosen juga ditawarkan untuk ikut menyumbang tanaman. Ternyata, tanaman yang ingin disumbangkan bervariasi mulai dari kelapa gading, sukun, manggis, dan lain-lainnya.
“Nah itu kami sangat berharap bahwa itu (tanaman) adalah milik kita bersama. Karena milik kita bersama, kita selayaknya mempunyai kontribusi yang positif,” ucapnya.
Dia juga memaparkan, tanaman-tanaman ini nantinya juga dirawat dengan cukup canggih, yaitu menggunakan penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Selain untuk menghemat tenaga, dia mengatakan, penyiraman otomatis ini digunakan untuk mencegah tanaman kering karena terlambat disiram atau alasan lainnya.
Baca Juga: Pamer Karya 3D, LPPM UM-Mahasiswa PPG UM Sukses Ciptakan Media Pembelajaran Berbasis AR
“Supaya teman-teman bisa konsentrasi ke kegiatan yang lain, jadi tidak ada alasan bahwa tanaman ini kering karena nggak ada yang menyiram,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, dia berharap mahasiswa dapat lebih peduli terhadap lingkungan. Kesadaran yang dimulai dari diri sendiri ini diharapkan mampu ditularkan kepada generasi berikutnya untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.
“Jadi saya sangat berharap terutama adik-adik mahasiswa peduli terhadap lingkungan. Sebelum mendidik anaknya orang lain (generasi selanjutnya), pastikan mampu mendidik diri sendiri,” pesannya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Azmi Azaria Fidaroini
Editor: Dwi Lindawati








