JEMBER, Tugujatim.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau Sekolah Rakyat di Jember yang akan segera beroperasi. Sekolah yang menggabungkan jenjang SD dan SMP ini diproyeksikan akan rampung dalam empat hari ke depan dan siap menerima siswa.
“SR terintegrasi berarti minimal ada dua layanan pendidikan, yaitu SD dan SMP. Tadi ketika kawan-kawan masuk ke kamar, terlihat anak-anak ceria dan bahagia. Mudah-mudahan kebahagiaan anak-anak itu akan membangun semangat belajar yang baik,” ujar Khofifah saat meninjau fasilitas SR yang terletak di kawasan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember pada Kamis (31/7/2025).
Menurut Khofifah, proses seleksi siswa akan dilakukan oleh Dinas Sosial berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan prioritas pada keluarga desil 1, desil 2, dan maksimal desil 3. Sementara untuk keluarga dengan tingkat ekonomi di atas desil 5 tidak akan diprioritaskan masuk ke SR.
Khofifah mengungkapkan bahwa ini merupakan sekolah ke-15 yang telah ia tinjau. Dari 12 SR yang sudah beroperasi sejak 14 Juli 2025 lalu, rencananya akan ada dua SR lagi yang beroperasi pada 1 Agustus, dan lima SR tambahan pada 5 Agustus mendatang.
BACA JUGA: Kisah Haru Penuh Harapan dari Para Siswa Sekolah Rakyat di Surabaya
Menurutnya, SR di Jember ini didesain dengan standar yang sangat baik, bahkan mengarah pada standar internasional. Fasilitas yang tersedia meliputi laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan berbagai ruang belajar yang representatif.
“Saya rasa SR ini didesain sangat representatif untuk nantinya sekolah yang akan didirikan dengan standar internasional. Standarnya sangat bagus,” kata Khofifah.
Kedepan, pemerintah merencanakan pembangunan SR dengan luas hingga 9 hektar yang akan dilengkapi dengan fasilitas kolam renang dan berbagai sarana pendukung lainnya sesuai standar internasional.
Khofifah mengonfirmasi bahwa di Jember akan dibangun dua SR. Selain yang sedang dalam tahap penyelesaian ini, pemerintah akan membangun satu SR lagi di wilayah Jember untuk melayani lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.
Meski menghadapi tantangan dalam meyakinkan orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka di asrama, Gubernur tetap optimis. SR menyediakan fasilitas lengkap mulai dari asrama, makan tiga kali sehari, hingga perlengkapan sekolah secara gratis.
BACA JUGA: Siswa Sekolah Rakyat di Tuban Tes Kesehatan Sebelum Masuk Asrama untuk Cegah Penyakit Menular
“Ini gratis, asramanya gratis, makan tiga kali, pakaiannya disediakan, kurang apa? Tapi belum percaya juga,” ujar Khofifah dengan nada humoris.
Khofifah menekankan pentingnya peran wali asrama dalam memberikan pendampingan kepada siswa, terutama bagi mereka yang baru pertama kali tinggal terpisah dari orang tua.
Dari 15 SR yang telah ditinjau, Gubernur menilai SR terbaik berada di Ponorogo karena memiliki gedung seluas 4,5 hektar yang terintegrasi dari SD, SMP, hingga SMA dengan fasilitas yang sangat lengkap. Sementara di Surabaya, SR memanfaatkan salah satu kampus UNESA yang memiliki fasilitas memadai.
Program Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Jawa Timur untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh provinsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








