TUBAN, Tugujatim.id – Guru MI (Madrasah Ibtidaiyah) di Tuban memenuhi Gedung Tanjung, Hotel Mahkota, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Senin (29/9/2025). Mereka mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Tuban.
Sedikitnya 1.020 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Tuban hadir dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Kursi yang disediakan panitia penuh, bahkan sebagian guru rela berdiri agar tidak ketinggalan pembekalan.
Ketua Panitia Bimtek, Fatah Yasin, menjelaskan kegiatan ini lahir dari aturan baru Kementerian Agama RI, salah satunya Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta. Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi wadah bagi guru penerima sertifikat pendidik agar terus berkembang.
BACA JUGA: Bupati Tuban Akhirnya Resmi Lantik Dua Pimpinan OPD Baru
“Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi para guru yang telah mendapatkan sertifikat pendidik untuk meningkatkan kompetensinya, tidak menutup kemungkinan juga bisa diikuti oleh guru yang belum bersertifikat,” ujar Yasin.
Yasin menambahkan, pelatihan ini akan berjalan dengan dua metode, yakni klasikal berupa penyampaian materi dan penugasan praktik.
“Kami juga menghadirkan tim widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya sebagai narasumber utama. Harapannya kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pendidikan madrasah ibtidaiyah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Tuban, Umi Kulsum, menekankan bahwa guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) wajib mengikuti kegiatan pengembangan diri minimal dua kali dalam setahun. Hal ini sesuai amanah Dirjen Pendis Nomor 720 Tahun 2025 tentang Juknis TPG.
“Pemerintah memberikan tunjangan itu bukan hanya untuk peningkatan kesejahteraan, tetapi juga ada kewajiban bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan diri,” tegas Umi Kulsum.
BACA JUGA: Evakuasi Korban Musala Runtuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Libatkan Alat Berat, Satu Santri Meninggal Dunia
Mantan Ketua PC Fatayat NU Tuban berharap, dengan adanya kegiatan ini mutu pendidikan di Tuban semakin terangkat.“Guru yang berkualitas akan melahirkan siswa yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
‘Peningkatan kompetensi diri harus terus dilakukan demi kemajuan lembaga madrasah,” pungkasnya.
Salah satu guru peserta, Aslih Ghozali dari MI Walisongo Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, mengaku sekolahnya mengirimkan delapan guru untuk mengikuti bimtek. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk bekal para pendidik.
“Harapannya dengan mengikuti bimtek ini, para guru paham dengan materi terkait Kurikulum Berbasis Cinta dan bisa menerapkannya pada proses pembelajaran. Anak-anak jadi lebih paham, pelajaran lebih mengena, dan pembelajaran lebih menyenangkan,” kata Aslih.
Menurutnya, kualitas guru yang terus ditingkatkan akan berpengaruh pada citra madrasah dan mutu pendidikan.
“Kalau guru lebih siap, anak-anak juga akan lebih mudah menerima pelajaran. Jadi dampaknya tidak hanya untuk siswa, tapi juga untuk lembaga pendidikan secara keseluruhan,” imbuhnya.
Kurikulum Berbasis Cinta sendiri digagas untuk menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui pendekatan ini, guru diajak mengajarkan ilmu pengetahuan dengan sentuhan kasih sayang, sehingga siswa merasa nyaman dan termotivasi belajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








