ROMA, Tugujatim.id – Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin dan ketua umum organisasi kepemudaan lintas agama Indonesia bertemu Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus pada Rabu (21/08/2024). Gus Addin, sapaan akrabnya, bakal menjelaskan soal Pancasila, terutama Bhinneka Tunggal Ika.
“Kami ingin menyampaikan soal Pancasila dan hubungan beragama di Indonesia,” kata Gus Addin saat didampingi sejumlah ketua umum lintas agama Indonesia di kantor Kedubes RI untuk Vatikan, Roma, Italia, Senin (19/08/2024).
Gus Addin melanjutkan, dia berharap Paus Fransiskus berkenan, konsep beragama di Indonesia yang mengedepankan kerukunan dan gotong royong antar umat beragama dapat menjadi cara pandang dalam memandang keberagaman dan hidup berdampingan di dunia.
Baca Juga: Penyerang Manchester City, Phil Foden Terpilih sebagai Pemain Terbaik PFA Musim 2023-2024
“Semoga ini jadi kiblat masyarakat dunia untuk hidup berdampingan dalam beragama,” urainya.
Dia juga mendorong semua tokoh atau pemimpin agama dunia ikut terlibat dalam menghentikan perang yang tengah terjadi.
“Kami berharap semua tokoh agama ikut terlibat, ikut menyarankan, dan menyerukan agar situasi panas ini bisa damai,” tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Addin juga menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024.
Baca Juga: Antisipasi Gempa Megathrust, BPBD Jatim Pasang Sirene Peringatan di Sepanjang Pesisir Pantai Selatan
Untuk diketahui, pimpinan organisasi kepemudaan lintas agama terdiri dari Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin, Ketua PP Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Atma Gusma, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Gamki) Sahat Marthin Philip Sinurat, dan Ketua Umum Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia I Gede Ariawan.
Mereka saat ini tengah berkumpul di Roma, Italia, untuk bertemu dengan Paus Fransiskus. Mereka juga menyampaikan komitmennya menjaga kemanusiaan dalam kehidupan beragama, dan bukan permusuhan, sesuai dengan Dokumen Doha, di mana 4 September 2019, Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb menandatangani “The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together” atau dikenal dengan Dokumen Abu Dhabi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








