• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gus Fawait.

Bupati Jember Muhammad Fawait beserta Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang meninjau langsung ke perumahan dekat bantaran sungai. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Pengembang Bangun Rumah di Bantaran Sungai, Gus Fawait: Relokasi atau Jalur Hukum?

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pengembang perumahan yang dibangun di bantaran sungai yang diduga menjadi penyebab banjir berulang setiap musim hujan di kabupaten.

Gus Fawait menyampaikannya usai menerima evaluasi kerja Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang selama satu minggu dan meninjau langsung ke dua lokasi, yaitu Perumahan Bernady Land Slawu dan Perumahan Muktisari yang dinilai bermasalah pada Jumat sore (06/02/2026).

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Baca Juga: Warga Bantaran Sungai Bengawan Solo di Tuban Awali Ramadan Dikepung Banjir

“Kami temukan bersama bahwa bantaran sungai yang harusnya 9 meter menurut satgas, tapi dipakai untuk rumah dan bangunan. Ini secara aturan pasti melanggar,” ujar Gus Fawait.

Menurut dia, lahan selebar 9 meter di bantaran sungai tersebut secara otomatis merupakan tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, namun telah diperjualbelikan oleh pengembang perumahan.

Banjir Berulang Akibat Pembangunan di Bantaran Sungai

Gus Fawait menjelaskan, pembangunan perumahan di bantaran sungai mengakibatkan berkurangnya daya tampung air ketika debit meningkat, sehingga memicu banjir yang hampir terjadi setiap tahun saat musim hujan.

“Ini yang harus kami pecahkan bersama. Di beberapa titik yang kita lihat, banjir terjadi di perumahan-perumahan yang dibangun di bantaran sungai,” imbuh Gus Fawait.

Undang Semua Pihak untuk Musyawarah

Bupati menyatakan akan mengundang semua pihak terkait untuk bermusyawarah mencari solusi, termasuk pengembang (developer), warga, pihak yang mengeluarkan izin, dan instansi yang menerbitkan sertifikat tanah.

“Kami akan musyawarah dengan para developer dan semua pihak. Mereka yang mengeluarkan izin dan sertifikat juga akan kami undang untuk mengklarifikasi kenapa bisa mengeluarkan izin dan sertifikat sehingga bisa diperjualbelikan,” tegasnya.

Relokasi atau Jalur Hukum

Gus Fawait menyebut salah satu solusi yang akan ditawarkan adalah relokasi perumahan oleh pihak pengembang. Namun, jika upaya musyawarah tidak membuahkan hasil, pihaknya tidak akan ragu menempuh jalur hukum sesuai arahan presiden.

“Kalau memang diajak musyawarah tidak bisa, ya kami tidak ragu-ragu karena ini negara hukum. Kami tempuh jalur hukum untuk membela masyarakat Jember,” tandasnya.

Dia menegaskan, langkah ini diambil demi melindungi warga Jember agar tidak lagi menjadi korban banjir setiap tahun.

Baca Juga: Hujan Deras, Warga Sekitar Bantaran Sungai di Mojokerto Diminta Waspada

“Kami tidak mau warga  tiap tahun, tiap musim hujan jadi korban banjir. Sembako boleh dikasih, tapi itu bantuan jangka pendek. Jangka panjangnya mereka harus kami bela supaya mendapatkan ketenangan untuk hidup,” pungkasnya.

Setidaknya, Gus Fawait telah menyerahkan penanganan kasus ini kepada Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang untuk segera mengundang seluruh pihak terkait guna mencari solusi bersama mengatasi banjir dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniBupati Gus FawaitJemberKabupaten Jember hari iniLarangan rumah di bantaran sungai JemberRumah di bantaran sungai Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Kantor Desa Lebakrejo.

Kantor Desa Lebakrejo Pasuruan Dibobol Maling, Otaknya Ternyata Suami Kades

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID