MOJOKERTO, Tugujatim.id – Usai upacara Hardiknas 2023, Unim Mojokerto menggelar halalbihalal di Gedung Graha Nuswantara lantai I Unim Mojokerto, pada Selasa (2/5/2023).
Acara yang mengundang segenap civitas akademika Unim Mojokerto ini turut dihadiri pula jajaran pembina Yayasan Bakri Adnan, Hj Dewi Masyitoh dan Ayub Daniel Aqso.
Momen halalbihalal tak hanya digunakan untuk saling meminta maaf, namun juga membahas isu-isu terkini tentang dunia pendidikan. Seperti yang disampaikan oleh Rektor Unim Mojokerto, Dr H Rachman Sidharta Arisandi.

Dalam sambutannya, Dr Arisandi, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depannya makin kompleks dan makin berat. “Untuk itu perlu kerja sama semua lini dari Unim untuk merespons tantangan-tantangan tersebut,” ucapnya.
Terlebih, kata dia, belakangan tenaga pendidik, khususnya dosen sedang ramai membahas beberapa aturan dari Kemenristek Dikti yang dirasa memberatkan dosen. Maka, aturan-aturan yang baru ditelurkan tersebut hanya menyibukkan dosen dengan urusan-urusan administratif. Pun pula, pengukuran kinerja dosen juga mengacu pada lembaga lain seperti Kemenpan RB. Maka, tentunya dosen Unim Mojokerto perlu mengikuti aturan yang ada sesuai pedoman yang berlaku dari pemerintah.
“Kalau dipikir-pikir, Kemeristek Dikti memang belum punya standar baku untuk kinerja bagi dosen. Salah satunya dosen masih harus mengikuti aturan-aturan dari Kemenpan RB,” beber Dr Arisandi.
Masih dalam kesempatan yang sama, dia juga mengingatkan agar seluruh civitas akademika Unim Mojokerto terus merawat peninggalan tokoh pendidikan terdahulu, khususnya para tokoh pendidikan dari Unim Mojokerto. “Selama tidak menyalahi aturan, mari kita rawat, kita lestarikan, kita ikhtiari semua peninggalan tokoh terdahulu,” pesannya.
Tak hanya itu, acara halalbihalal kali ini juga digunakan oleh Dr Arisandi untuk meminta doa dari jajaran Pembina Yayasan Bakri Adnan Zain. Berharap semoga Unim Mojokerto semakin tumbuh dan berkembang, serta dapat memberi warna pada khazanah pendidikan di Indonesia.
“Kami mohon dengan sangat kepada Pembina Yayasan Bakri Adnan Zain agar mendoakan Unim menjadi semakin tumbuh dan berkembang, serta mampu mewarnai khazanah pendidikan di Indonesia pada umumnya,” pungkasnya.








