Harga Daging Ayam Naik, Jember Inflasi 0,44 Persen - Tugujatim.id

Harga Daging Ayam Naik, Jember Inflasi 0,44 Persen

  • Bagikan
Ilustrasi harga daging ayam sebabkan inflasi di jember
Daging ayam. (Foto: Dokumen Kominfo Jatim)

Jember – Kenaikan harga daging ayam ras menjadi pemicu inflasi di Kabupaten Jember pada November 2020 sebesar 0,44 persen. Di mana indeks harga konsumen (IHK) sebesar 107,85 persen.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Jember adalah naiknya harga daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, pisang, pemeliharaan/service, cabai merah, bawang putih, minyak goreng, bawang merah, dan jeruk.

Baca Juga: Semeru Meletus, Diduga Ada 1 Pekerja Tambang Pasir Jadi Korban

“Harga Daging ayam ras dan telur ayam ras menjadi penyumbang inflasi tertinggi karena permintaan masyarakat terhadap dua komoditas itu meningkat pada November 2020 seiring dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan resepsi pernikahan,” ujar Kepala Badan Pusat (BPS) Jember Arif Joko Sutejo dalam rilisnya, Rabu (02/12/2020)

Sementara komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah emas perhiasan, gula pasir, angkutan udara, beras, mukena, bayam, kentang, daging sapi, ikan tongkol/ikan ambu ambu, dan sandal kulit pria.

“Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi terbesar karena faktor turunnya harga emas tiga bulan terakhir, setelah harga emas mencapai harga tertinggi akibat masa krisis ekonomi dunia akibat pandemi,” tuturnya.

Baca Juga: Akses Jembatan Glendeng Masih Putus, Pengusaha Keluhkan Biaya Operasional

Selanjutnya laju inflasi tahun kalender dan laju inflasi year-on-year (yny) Kabupaten Jember di bulan November 2020 masing-masing mengalami inflasi sebesar 1,71 persen dan sebesar 2,20 persen.

Inflasi tahun kalender November 2020 sebesar 1,71 persen lebih tinggi dibanding inflasi tahun kalender 2019 sebesar 1,49 persen dan inflasi year-on year November 2020 sebesar 2,20 persen lebih tinggi bila dibanding dengan November 2019 sebesar 1,98 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, lanjut dia, delapan kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Dua kelompok pengeluaran yang stabil yakni kelompok kesehatan dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan,” katanya.

Baca Juga: Dua Desa di Lumajang Bertahan di Pengungsian Pasca-Erupsi Gunung Semeru

Sedangkan inflasi November 2020 pada delapan kota IHK di Jawa Timur. Tercatat semua kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,82 persen. Diikuti oleh Kabupaten Jember dan Kota Kediri masing masing inflasi sebesar 0,44 persen.

Kemudian Kota Probolinggo dan Kota Madiun masing-masing inflasi sebesar 0,41 persen. Kota Malang inflasi sebesar 0,31 persen. Dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Banyuwangi dan Kota Surabaya masing-masing inflasi sebesar 0,20 persen. (*/gg)

  • Bagikan