Hari Pertama, 36 Wartawan Ikut UKW Tugu Media Group X Solopos Institute - Tugujatim.id

Hari Pertama, 36 Wartawan Ikut UKW Tugu Media Group X Solopos Institute

  • Bagikan
Para peserta UKW Tugu Media Group X Solopos Institute yang digelar di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Para peserta UKW Tugu Media Group X Solopos Institute yang digelar di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Tugu Media Group bersama Solopos Institute resmi dimulai per hari ini (09/09/2021) hingga Jumat (10/09/2021) bertempat di Kampus Universitas Gajayana (Uniga) Malang.

Dalam UKW ini, diikuti 36 wartawan, terdiri dari 16 wartawan Tugu Media Group dan 20 wartawan lain dari berbagai media di Jawa Timur. Di hari pertama UKW ini berlangsung lancar. Bahkan, kampus Uniga seolah jadi ruang redaksi dadakan.

Di hari pertama ini, tingkat kompetensi para peserta sebagai jurnalis selama ini diuji. Mulai dari wawasan teoretis seputar pers, pemahaman soal kaidah, prinsip dan etika jurnalistik, hingga cara membina relasi dengan narasumber. Tak hanya diuji, mereka juga beradu gagasan untuk mewujudkan jurnalisme berkualitas.

Pemimpin Redaksi Tugu Media Group Nurcholis MA Basyari menuturkan, UKW merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan jurnalis yang berkualitas. Tentunya, profesionalisme jurnalis yang sudah memiliki sertifikasi UKW dipastikan sudah terjamin.

Dari kanan, Pemred Tugu Media Group Nurcholis MA Basyari bersama Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri SE MM dan penguji dari Solopos dalam UKW Tugu Media Group X Solopos Institute yang digelar di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Dari kanan, Pemred Tugu Media Group Nurcholis MA Basyari bersama Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri SE MM dan penguji dari Solopos dalam UKW Tugu Media Group X Solopos Institute yang digelar di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Jurnalis profesional sudah pasti memiliki standar moral yang tinggi, yang membedakan dari pegiat media sosial yang hanya sekadar sharing tanpa tahu kebenaran dan keakuratan informasi itu. Tapi, kalau jurnalis, informasinya sudah pasti valid,” terang dia saat membuka kegiatan.

Tentu upaya mewujudkan jurnalisme berkualitas ini perlu dukungan bersama banyak pihak. Dia bahkan mengacungkan dua jempol bagi banyak pihak yang mendukung penuh sertifikasi ini. Mulai dari Solopos Institute, Uniga selaku penyedia tempat, PT Paragon, dan masih banyak lagi.

Para wartawan tampak mengerjakan materi ujian di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Para wartawan tampak mengerjakan materi ujian di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Semua pihak yang mendukung kegiatan sertifikasi UKW ini paham betul peran wartawan dalam mewujudkan jurnalisme berkualitas. Saya ucapkan banyak terima kasih,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO PT Paragon Technology & Innovation Salman Subakat turut hadir membuka acara ini secara virtual. Dia merasa bangga dengan semangat para jurnalis untuk membuktikan diri mereka berkompeten.

CEO Paragon Salman Subakat membuka kegiatan UKW Tugu Media Group X Solopos Institute, melalui virtual, yang digelar di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)
CEO Paragon Salman Subakat membuka kegiatan UKW Tugu Media Group X Solopos Institute, melalui virtual, yang digelar di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Namun, UKW ini bukan tujuan akhir. UKW ini sebagai awal pembuktian jurnalis dalam menegakkan kebebasan pers yang dilandasi etika. Inilah yang kemudian membedakan kita dengan pegiat media sosial,” pesannya.

Dukungan mewujudkan pers yang berkualitas juga mengalir dari Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri SE MM bahwa sertifikasi profesi memang penting untuk menunjukkan kompetensi di hadapan publik.

”Jangankan jurnalis, kami para dosen juga harus menempuh uji kompetensi. Di situlah profesi kita juga mengemban tanggung jawab. Sebagai apresiasi, saya akan memberikan subsidi bagi peserta UKW di sini jika mau melanjutkan pendidikan di Uniga,” janjinya.

Sertifikasi UKW ini bahkan disambangi langsung anggota Dewan Pers Ahmad Jauhar. Dia menyampaikan bahwa UKW ini adalah sebuah amanah demi perwujudan pers yang profesional. Dengan memegang teguh profesionalisme, maka ekosistem pers berkualitas bisa terus terjaga napasnya.

Peserta UKW Tugu Media Group X Solopos Institute, saat mengerjakan soal diawasi oleh penguji di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Peserta UKW Tugu Media Group X Solopos Institute, saat mengerjakan soal diawasi oleh penguji di Gedung Pascasarjana Uniga Malang, Kamis (09/09/2021). (Foto: Bayu Eka/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Artinya, dia mengatakan, wartawan yang kompeten sudah pasti menghasilkan produk jurnalistik yang terverifikasi kebenaran dan keakurasian datanya.

”Karena itulah tugas dan fungsi pers harus mampu mengedukasi masyarakat. Beda dengan media sosial,” tegasnya.

Untuk diketahui, UKW ini diadakan oleh Tugu Media Group, media yang menaungi www.tugumalang.id dan www.tugujatim.id, bekerja sama dengan Solopos Institute, lembaga uji yang sudah diakui oleh Dewan Pers.

Acara ini juga didukung penuh PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan kosmetik terbesar di Tanah Air yang membawahi Wardah, Emina, Makeover, Kahf, dan sejumlah brand lain. Selain itu, acara ini didukung oleh Hotel Harris Malang dan Kampus Uniga Malang.

  • Bagikan