SURABAYA, Tugujatim.id – Selama 2023, SMA Double Track Jatim menghasilkan pendapatan sebesar Rp6 miliar.
“Banyak lulusannya sangat proaktif dan betul-betul mereka punya kontribusi sangat luar biasa. Tadi kita sampaikan sudah berkontribusi Rp6 miliar lebih dari pendapatan mereka semua,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai dalam Millenial Enterprenur Award di Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), pada Kamis (26/10/2023).
Diketahui, SMA Double Track merupakan program unggulan Provinsi Jawa Timur yang digelar setiap tahunnya dengan melakukan pembinaan kompetensi bagi lulusan SMA yang tidak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
Selama lima tahun berjalan, Pemprov Jatim bekerja sama dengan ITS dalam pembinaannya. Beberapa bidang yang dibina adalah kecantikan, tata boga, teknik mesin, teknik kendaraan ringan, kriya, dan masih banyak lagi.
“Program ini kita menampung anak-anak lulusan SMA yang tidak mau melanjutkan ke perguruan tinggi bisa punya kreatifitas dan kompetensi. Sehingga kompetensi itu mereka bisa lanjutkan di dunia kerja, baik di industri maupun mandiri,” ucapnya.
Dalam pembinaan program tersebut, para peserta yang memiliki bekal kompetensi di dunia kerja diharapkan dapat survive di lingkungan keluarga dan meningkatkan taraf ekonomi. Artinya, hal itu juga berdampak pada pengurangan angka pengangguran di Jatim.
Sebab itu, sekolah-sekolah yang disasar dalam program ini berlokasi di pelosok atau susah dijangkau. Tercatat, total sekolah yang terdaftar yakni 133 SMA dari 28 kabupaten/kota di Jatim.
“Kita masuk di sekolah terpencil yang di mana mereka sebenarnya tidak minat masuk sekolah, tapi karena ada program double track ini mereka minat karena ada keahlian yang mereka dapatkan sekaligus sekolah kurikulum yang secara umum di sekolah menengah,” terangnya.
Ia berharap, program ini dapat berjalan secara sustainable. Meskipun pada Desember 2023, masa kepempinan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pungkas. “Ini program yang bagus. Tentunya harus sustainable, tidak boleh berhenti. Baik Bu Gub selesai di bulan Desember, program ini kita tawarkan kepada gubernur selanjutnya agar bisa bermanfaat untuk masyarakat terutama di lingkungan menengah,” ucapnya.
Terpisah, ITS merupakan perguruan tinggi yang ditarik untuk bekerja sama dalam program ini dan bertugas untuk melakukan monitoring dan pendampingan. “Kita ada beberapa skill, kemudian dimulai dari pelatihan, dibuatkan ruang untuk diskusi online sampai monitoring pemasaran. Ini hasilnya, mereka luar biasa dan diberi penghargaan Millenial Entrepreneur Award,” ujar Rektor ITS, Mochamad Ashari.
Memasuki tahun kelima, ia berharap program tersebut dapat berkontribusi dalam membangun skill anak muda lulusan SMA sehingga menjadi pribadi yang mandiri. “Kita bersyukur dibantu UNICEF dan memberikan pendanaan anak-anak. Dan ini masuk dalam pencegahan anak-anak pengangguran, putus sekolah mereka dicegah dengan diberi keterampilan,” tukasnya.
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti








