Haul Virtual Gus Dur ke-11, Gus Din: Dalam Politik, Gus Dur Selalu Pakai Kaidah Ushul Fiqih

  • Bagikan
Muhammad Nuruddin, Santri Gus Dur dan Ketua IKA Unisma. (Foto: Dokumen) Gus Din
Muhammad Nuruddin, Santri Gus Dur dan Ketua IKA Unisma. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Mengenang kembali kisah bersama Gus Dur momen saat pelengseran Suharto. Ada kekuatan politik yang bermain di lingkaran mahasiswa yang menggerakkan pelengseran Suharto, Muhammad Nuruddin. Sejak 1993, kalau bertemu Gus Dur ia yang kini menjabat sebagai Ketua IKA Unisma dianggap PMII yang lain, yang beridiologi terbuka.

“Karena PMII yang lain memiliki berani menjadi oposisi dari kekuatan represitas orde baru. Dari situ Gus Dur mengajarkan kami kursus singkat mengenai hal tersebut,” jelas Gus Din, panggilan akrab Nuruddin dalam Haul Virtual Ke-11 Gus Dur yang digelar FEB Unisma bersama Tugu Media Group, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga: FEB Unisma dan Tugu Media Gelar Haul Virtual untuk Peringati Wafatnya Gus Dur

Gus Dur sempat menyebut gerakan mereka unpolitical’s politic. Merupakan tokoh oposisi yang konsisten, Gus Dur selalu menggunakan gerakan non-politik tapi dapat berdampak politik pada Indonesia. Sehingga kadang tidak mudah terbaca oleh penguasa pada saat itu.

Sudarno Hadipuro: Bagi Konghucu, Gus Dur adalah Orang Suci

“Artinya, pemikiran kami pada waktu itu yang masih muda dan tidak selevel Gus Dur. Gus Dur sudah memikirkan sampai sejauh itu. Namun, saya tetap kritis terhadap semua orang, termasuk Gus Dur juga pada waktu itu,” jelas Gus Din pada hadirin di Hall KH Abdurrachman Wahid, Pascasarjana, Unisma.

Kami pernah diperkenalkan buku-bukunya Gus Dur, salah satunya Hasan Hanafi diberikan pada kami untuk disebar dan diluaskan. Kesimpulan kami saat berinteraksi dengan Gus Dur, pelajaran terpenting dia selalu menggunakan praktik politik tidak pernah meninggalkan kaidah ushul fiqih.

“Gus Dur selalu menggunakan kaidah dan prinsip ushul fiqih. Saya tidak perlu jelaskan bagaimana kaidah ushul fiqih, banyak, seringkali tidak disampaikan Gus Dur tapi langsung dipraktikkan. Praktinya selalu melindungi minoritas. Mencegah kerusakan sebelum berbuat kebaikan,” pungkas Gus Din.

Yang membuat Gus Din dan Gus Dur berselisih pada waktu itu, ketika Gus Dur naik ke Presiden Ke-4. Kata bijak dari Gus Dur yang paling diingat oleh Gus Din adalah mengenai keyakinan dan istiqomah, sepanjang memiliki keyakinan dan konsisten bakal bisa mencapai apapun. (Rangga Aji/gg)

  • Bagikan