MOJOKERTO, Tugujatim.id – Linimasa media sosial Facebook tengah heboh akibat munculnya grup Komunitas WARIA & GAY Mojokerto & Jombang. Grup komunitas Waria dan Gay Mojokerto yang tengah menjadi sorotan publik ini bersifat terbuka (publik) dan mempunyai lebih dari 4.800 anggota.
Grup komunitas Waria dan Gay Mojokerto ini tampak terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung untuk berdiskusi hingga berkirim media seperti foto bahkan saling bertukar nomor ponsel.
Baca Juga: ‘Gay Tuban’ Bikin Geger! Pemuda Muhammadiyah dan Ansor Serukan Perlawanan Sosial-Religius
Berdasarkan pantauan Tugu Jatim pada Rabu (09/07/2025), grup tersebut tampak aktif memposting beragam konten, mulai dari cerita-cerita pribadi hingga informasi yang absurd alias tidak jelas. Fitur-fitur yang tersedia mulai forum diskusi, obrolan grup, hingga fitur unggah foto juga dimanfaatkan begitu aktif. Seperti unggahan terakhir grup menampilkan postingan “hari Minggu bisa full cding. di rumah”.
Kemunculan grup ini tidak pelak memantik reaksi masyarakat. Seperti keresahan salah satu warga Mojokerto, sebut saja AH. Warga Gedeg, Mojokerto, tersebut mengaku risih dan resah atas aktifnya grup tersebut.
“Menurut saya, banyak mudarat dari grup itu, tidak ada manfaat sama sekali. Ini bisa bikin nama daerah tercoreng, apalagi banyak pesantren di daerah-daerah yang dicatut itu,” terang AH, Rabu (09/07/2025).
Selain AH, komentar lain juga muncul dari warga lainnya yakni RSA, warga Jetis, Mojokerto. Menurut RSA, kemunculan akun yang dimaksud bisa membawa pengaruh buruk terhadap generasi muda.
“Sangat membuat khawatir. Semoga ada yang segera mengambil tindakan, efeknya media sosial itu sangat luas karena bisa dilihat siapa saja pokok ada internet,” ujarnya.
Komentar Netizen di Dunia Maya
Ragam komentar juga muncul dalam dunia maya. Seperti beberapa akun yang bahkan mengutuk kemunculan grup semacam ini.
“Kaum luth.. seng diazab Allah…,” komentar salah satu akun.
“Sak erohku lanang podo lanang iku mek wedus tok lo. Jal deloken wedos lanang, pokok ng cedake ono wedus, gk atek didelok lgsung diunggahi. Kewan liyane ae gk onok, mesti yo lanang karo wedok. (Setahu saya sesama laki-laki hanya kambing saja. Lihat kambing jantan, di sampingnya ada kambing, tidak dilihat langsung digas. Hewan lainnya saja tidak ada, pasti jantan dan betina),” ujar akun lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








