Hingga Radius 15 Km, Basarnas Perluas Pencarian Korban Longsor di Malang

  • Bagikan
Tim SAR gabungan Malang Raya berkoordinasi melakukan evakuasi pencarian korban plengsengan ambrol. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Tim SAR gabungan Malang Raya berkoordinasi melakukan evakuasi pencarian korban plengsengan ambrol. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Proses pencarian korban plengsengan yang longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terus dilakukan. Hingga berita ini ditulis, keberadaan korban bernama Roland Sumarna, 40, masih belum ditemukan.

Dalam proses pencarian pada Selasa (19/01/2021) ini melibatkan tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya. Selain itu, juga dikerahkan awak personel tim SAR gabungan, mulai dari Brimob, BPBD, PMI, dan relawan SAR Malang Raya.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Total ada 119 personel diterjunkan untuk melakukan penyisiran. Dan penyisiran dibagi menjadi 2 sesi hingga sore hari. Kapolsek Blimbing Kompol Hery Widodo mengatakan, hingga saat ini korban masih belum dapat diketahui keberadaannya. Anggota sebelumnya juga sudah melakukan penyisiran di sekitar sungai.

Tim SAR menyiapkan ban karet untuk menyisir sungai sejauh 15 km untuk mencari korban hanyut akibat longsor. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Tim SAR menyiapkan ban karet untuk menyisir sungai sejauh 15 km untuk mencari korban hanyut akibat longsor. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

“Hingga sesi pagi (19/01/2021) korban masih belum ketemu,” ungkapnya kepada awak media.

Lebih lanjut, dalam sesi 2 kali ini pencarian akan dilanjutkan hingga dalam radius sejauh 15 kilometer dari lokasi kejadian. Titik awal dimulai di Kalisari hingga ke kawasan Gadang-Mergosono. “Namun jika cuaca hujan, proses evakuasi akan dihentikan demi keselamatan petugas juga,” imbuhnya.

Pihaknya pun memprediksi jika korban kemungkinan besar terseret arus Sungai Bango. Mengingat timbunan longsor di dekat lokasi tidak begitu banyak. Meski begitu, segala kemungkinan tetap ada.

Tim SAR juga akan melakukan penyemprotan air bertekanan tinggi di timbunan longsor. Dia mengatakan, ada sejumlah titik timbunan yang dicurigai adalah lokasi korban berada.

“Masih kami susun skemanya karena ada hal lain yang perlu dipertimbangkan. Yaitu, faktor tanah labil, medan yang curam, dan arus sungai masih tinggi,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih tetap berlangsung. Di dekat lokasi kejadian juga sudah dibangun Posko Siaga Bencana. Area perumahan ini juga sudah steril dan totalnya ada 14 warganya sudah diungsikan di sejumlah tempat yang aman. (azm/ln)

  • Bagikan