• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilmuwan Eropa.

Ilustrasi bulan. (Foto: Pexels)

Kembangkan Teknik Hidroponik, Ilmuwan Eropa Ingin Manusia Bercocok Tanam di Bulan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Sejumlah ilmuwan Eropa tengah mengembangkan teknik baru agar manusia bisa bercocok tanam di bulan. Tim ilmuwan dari Badan Antariksa Eropa atau Europe Space Agency (ESA) bekerja sama dengan Solsys Mining, perusahaan agrikultur bulan dari Norwegia, tengah mempelajari bagaimana cara agar permukaan bulan bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman.

Dilansir dari laman Space.com, ESA dan Solsys Mining telah bereksperimen terhadap sampel dari regolith, sebutan untuk tanah bulan, yang dibawa ke permukaan bumi. Mereka menemukan fakta bahwa tanaman bisa tumbuh dengan menggunakan tanah bulan.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Meski begitu, regolith atau tanah bulan ini ternyata kekurangan jumlah senyawa nitrogen sehingga menjadi sangat padat saat basah. Hal ini tentu menyulitkan tanaman untuk bisa menumbuhkan akar dan berkembang.

Karena itu, alih-alih menanam langsung di atas permukaan bulan, para ilmuwan Eropa lebih mengembangkan teknik pertanian hidroponik. Di mana peneliti menemukan cara menanam tanaman di permukaan air yang kaya nutrisi dan unsur-unsur mineral penting dari regolith atau tanah bulan.

Malgorzata Holynska, insinyur material dan proses dari ESA, menyatakan hasil penelitian ini sangat penting bagi manusia di masa depan agar bisa mengekplorasi bulan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

“Untuk bisa tinggal lama di bulan perlu melibatkan penggunaan sumber daya lokal (di bulan). Salah satunya dengan memanfaatkan nutrisi yang ada di regolith bulan dengan potensi untuk membantu membudidayakan tanaman,” ujar Malgorzata Holynska dilansir dari laman Space.com.

ESA dan Solsys Mining dibantu Institut Geoteknik Norwegia dan Pusat Penelitian Interdisipliner di Luar Angkasa atau Center for Interdisciplinary Research in Space (CIRIS) telah mengembangkan metode untuk memisahkan nutrisi mineral antara yang baik dan buruk dari regolith atau tanah bulan. Hasil ekstraksi nutrisi mineral baik dari Regolith tersebut digunakan sebagai semacam pupuk dan dilarutkan dalam air.

Kemudian air bernutrisi regolith tersebut dialirkan ke dalam sistem rumah kaca hidroponik yang digunakan sebagai tempat tanaman tumbuh. Nantinya bangunan rumah kaca hidroponik tersebut akan dibangun di atas permukaan bulan.

Hasil penelitian terbaru, tim ilmuwan ESA dan Solsys Mining bahkan sudah berhasil mensimulasi untuk menumbuhkan tanaman kacang menggunakan mineral dari regolith sebagai sumber nutrisinya.

“Studi saat ini merupakan bukti dari teori untuk menggunakan regolith yang tersedia di bulan. Dan membuka jalan bagi penelitian yang lebih detail di masa depan,” ujarnya.

Tags: Badan Antariksa EropaEurope Space AgencyHidroponik di bulanIlmuwan di EropaIlmuwan pakai sistem hidroponikMenanam tanaman di bulanPenelitian tanah bulanTanaman tumbuh di tanah bulanTumbuhkan tanaman di bulan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Sapi limousin warga Tuban.

Sapi Limousin Warga Tuban Mati usai Terpapar LSD, Begini Tanggapan DKP2P

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID