• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Imam Kartam Taselim

Imam Kartam Taselim, jemaah haji Embarkasi Surabaya yang berusia 100 tahun (Foto: Dok. PPIH Embarkasi Surabaya)

Imam Kartam Taselim Jemaah Haji Asal Pasuruan Berusia Seabad

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Imam Kartam Taselim, asal Pasuruan merupakan salah satu jemaah haji tertua dari Embarkasi Surabaya berusia 100 tahun.

Sebelumnya, jemaah haji paling tua di Embarkasi Surabaya sekaligus tertua di Indonesia adalah Hardjo Mislan yang berusia 109 tahun.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Ternyata kisah menarik juga datang dari jemaah haji tertua lainnya di Embarkasi Surabay, Imam Kartam Taselim atau yang akrab disapa Mbak Imam.

Meski di usianya yang mencapai satu abad, Imam terlihat sehat dan mampu berjalan tanpa bantuan kursi roda atau tongkat. Resepnya, olahraga, katanya.

“Saya sudah terbiasa berjalan kaki. Setiap hari saya ke sawah, ya meskipun cuma mengawasi saja di sana,” terangnya.

Padahal, jarak rumahnya menuju sawah kurang lebih 1,5 kilometer. Menurutnya tak begitu jauh dan mengkhawatirkan jika harus berjalan sendirian.

“Alhamdulillah saya masih kuat menempuh jarak sejauh itu setiap hari sendiri tanpa dibantu orang lain. Saya juga belum memakai tongkat,” katanya.

Imam merasa sangat bersyukur diberi Allah SWT umur yang panjang untuk bisa menunaikan ibadah haji 2024. Pasalnya, Mbah Imam pertama kali daftar haji saat usianya 94 tahun, tepatnya tahun 2018.

“Sebenarnya keinginan berhaji sudah ada sejak lama. Namun karena keterbatasan keuangan, pada tahun 2018 itu saya baru bisa mendaftar,” katanya.

Kala itu, Mbah Imam mendaftarkan diri untuk haji dari hasil tabungannya sendiri. Namun, keterbatasan usia membuatnya khawatir jika tabungan hajinya tak juga tercukupi.

“Alhamdulillah saya dibantu anak saya sehingga bisa mendaftar haji,” ucapnya penuh haru.

Ia rela meski harus mengenyampingkan keinginan pelunasan hajinya lebih cepat. Mbah Imam memiliki empati besar terhadap anak-anaknya.

“Kalau sekarang anak saya yang masih hidup ada empat, yang lain sudah meninggal. Sebagai orang tua, meskipun ingin sekali mendaftar haji. tetapi saat itu anak-anak juga memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi,” bebernya.

Sebenarnya, Mbah Imam sendiri masuk dalam kuota prioritas lansia dan hendak diberangkatkan pada 2020 lalu. Namun, pada saat ini, adanya pandemi Covid-19, pemerintaj Arab Saudi juga menutup akses haji.

“Saat itu saya mendapat kuota prioritas lansia sehingga cepat mendapat panggilan haji, namun ternyata tidak jadi berangkat karena ada pandemi Covid-19,” ujarnya.

Penantiannya akhirnya terbayarkan. Empat tahun berselang, dia bisa berangkat haji bersama anaknya yang juga sebagai pendamping.

“Setelah tertunda 4 tahun, Alhamdulillah saya tahun ini bisa berangkat bersama anak saya,” imbuhnya penuh rasa syukur.

Sementara itu, putra Mbah Imam, Yoyok Wijaksono juga mengakui jika ayahnya tersebut masib terlihat sehat meskipun usianya seratus tahun.

“Bapak itu makannya ya biasa saja. Tahu tempe ya mau. Kalau Idul Adha, makan sate kambing pun masih bisa banyak. Anak-anaknya malah yang khawatir kalau beliau kena darah tinggi. Tetapi waktu diperiksa Alhamdulillah tekanan darahnya normal saja,” tuturnya.

“Bapak itu setiap hari ada saja kesibukannya. Katanya kalau tidak ngapa-ngapain malah sakit semua badannya. Alhamdulillah kadar gula, kolesterol, dan tekanan darah Bapak sejauh ini semua normal,” tandasnya.

Mbah Imam dan Yoyok tergabung dengan kloter 31 Kabupaten Pasuruan dan diberangkatkan pada Senin (20/5/2024) lalu. Kini, keduanya telah tiba di Tanah Suci.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Izzatun Najibah

Editor : Darmadi Sasongko

Tags: Embarkasi SurabayaJemaah Haji 2024Kabupaten PasuruanPasuruan
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Jemaah Haji

Cerita Tiga Jemaah Haji Asal Tuban Sempat Tertinggal Masuk Makam Rasulullah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID