Jadi Wisata Religi, 7 Fakta Unik Masjid Agung Darul Falah Pacitan

Jadi Wisata Religi, 7 Fakta Unik Masjid Agung Darul Falah Pacitan

  • Bagikan
Masjid Agung Darul Falah Kabupaten Pacitan sebagai objek wisata religi/tugu jatim
Masjid Agung Darul Falah Kabupaten Pacitan sebagai objek wisata religi. (Foto: Instagram @ Lardi_ara)

PACITAN, Tugujatim.id – Jika Anda berkunjung ke alun-alun Pacitan, di sebelah barat akan melihat sebuah masjid yang sangat megah. Itulah masjid Agung Darul Falah kebanggan warga Pacitan. Masjid ini juga sering digunakan sebagai objek wisata religi oleh beberapa wisatawan. Memang tempat ibadah ini memiliki beberapa keunikan. Berikut 7 fakta unik masjid tersebut.

1. Representasi Pemerintahan Jawa Islam

Menurut informasi yang diunggah dalam postingan akun instagram bangga pacitan, masjid Agung Darul Falah merupakan salah satu bagian penting dari perkembangan Islam di Jawa bahkan menjadi komponen dari tradisi pemerintahan masyarakat Jawa. Yang mana suatu pusat pemerintahan harus memiliki beberapa unsur, di antaranya kraton atau pendopo, masjid, alun-alun, dan Pasar.

2. Didirikan Bupati Pacitan ke-5

Masih menurut sumber yang sama, masjid Agung Darul Falah didirikan oleh Mas Tumenggung Jogokaryo I atau yang dijuluki Kiai Kanjeng Jimat sekitar tahun 1812. Saat itu beliau menjabat sebagai Bupati Pacitan yang ke-5. Ide pembangunan masjid agung sebagai pusat ibadah ini tidak terlepas dari kharisma sosok Kiai Kanjeng Jimat yang dikenal sebagai figur pemimpin sederhana dan penganut Islam yang taat.

3. Interior Masjid Model Macapat

Arsitektur interior masjid Agung Darul Falah memakai model macapat masyarakat Jawa Keraton Islam pada saat itu. Model macapat yang dimaksud yaitu menggunakan empat tiang penyangga utama. Hal ini terlihat pada ukiran kayu dan mimbar yang identik dengan keraton masa kejayaan Mataram Islam.

4. Tempat Ibadah, Pendidikan hingga Wisata Religi

Selain berfungsi sebagai tempat beribadah salat Jumat dan fardu, masjid Darul Falah Pacitan juga berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pendidikan (TPA, madrasah, pusat belajar masyarakat, dan perpustakaan).

Dilansir dari M.dream.co.id, masjid megah tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan pemberdayaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf, pengajian rutin.

Kemudian dakwah Islam atau tablig akbar, Penyelenggaraan perayaan hari besar Islam, bahkan wisata religi. Tak jarang masyarakat mengunjungi masjid ini tidak hanya ingin beribadah, tetapi juga ingin menikmati keindahan ornamen dan arsitektur masjid.

5. Menampung Sekitar 4.500 Jamaah

Pada Rabu (16/10/2013), masjid Agung Darul Falah diresmikan oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peresmian ini enam tahun setelah renovasi yang dimulai pada Mei 2006. Saat itu, masjid mengalami proses pemugaran dengan pembangunan sepenuhnya, dengan diawali peletakan batu pertama oleh Bupati Sujono. Kini, masjid tersebut mampu menampung sekitar 4.500 jamaah.

6. Masjid Tertua Arsitektur Timur Tengah

Masjid yang terletak di jantung Kabupaten Pacitan ini, merupakan masjid tertua di Pacitan dengan arsitektur khas Timur Tengah. Dilansir Pacitanku.com, masjid ini dihiasi kubah raksasa dengan warna dominan hijau, dikelilingi kubah-kubah kecil di depan kiri dan kanan. Bentuk kubah yang demikian, disebut-sebut mirip dengan masjid kubah emas di Jawa Barat.

7. Fasilitas Lengkap

Dipaparkan M.dream.co.id, Masjid Agung Darul Falah yang berdiri di atas tanah seluas 9.660 meter persegi ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Fasilitas tersebut meliputi tempat wudhu, sarana ibadah, kamar mandi, tempat parkir, taman, penitipan sepatu atau sandal, perlengkapan pengurusan jenazah, perpustakaan, kantor sekretariat, penyejuk udara atau AC, sound sistem dan multimedia, pembangkit listrik atau genset, gudang, hingga layanan akses internet.

Itulah tujuh fakta unik Masjid Darul Falah Kabupaten Pacitan. Yuk, berkunjung dan berwisata di sana.

  • Bagikan