Jangan Malu Menggunakan Bahasa Daerah

Jangan Malu Menggunakan Bahasa Daerah

  • Bagikan
Ilustrasi orang yang bisa menggunakan beberapa bahasa atau polyglot/tugu jatim
Ilustrasi orang yang bisa menggunakan beberapa bahasa atau polyglot. (Foto : Pixabay)

Oleh : Fahra Auliani Rahmah*

Tugujatim.id – Lahir di Indonesia merupakan salah satu anugerah yang patut kita syukuri. Selain karena sumber daya alamnya yang melimpah, musim yang stabil, dan kuliner yang beragam, kita juga dikarunia jumlah bahasa daerah yang banyak.

Setidaknya, hingga hari ini ada 718 bahasa daerah menurut data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek. Hal inilah yang membuat kita bisa beberapa berbahasa atau disebut polyglot. Anda mungkin tidak percaya?

Tapi coba kita renungkan sejenak. Ketika kecil dahulu kira-kira bahasa apa yang pertama kali kita pelajari? Kebanyakan pembaca pasti menjawab bahasa daerahnya masing-masing, baik bahasa Jawa, Banjar, Minang, Batak, dll.

Lalu ketika kita mulai masuk sekolah, pembaca pasti sudah mulai mengenal bahasa Indonesia. Tanpa disadari kita sudah menguasai dua bahasa. Seiring berjalannya waktu, di sekolah maupun di lembaga formal kita juga diajarkan bahasa Inggris. Karena merupakan salah satu bahasa Internasional. Lulus dari sekolah dasar kita minimal sudah mengetahui bahkan bisa 3 bahasa.

Melansir dari wowshack.com tidak heran jika Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara yang penduduknya menggunakan tiga bahasa atau trilingual. Disusul oleh Israel di peringkat kedua, kemudian Spanyol pada peringkat ketiga.

Sementara tiga gabungan bahasa yang paling banyak penuturnya yaitu gabungan bahasa Jawa, Indonesia, dan, Inggris.

Dengan begitu kebanyakan orang Indonesia merupakan polyglot, atau orang yang menguasai atau mengerti beberapa bahasa. Kemahiran ini mencakup seluruh bahasa, bukan hanya bahasa asing, tetapi juga termasuk bahasa daerah. Jadi pembaca harus berbangga diri jika mahir menggunakan bahasa daerah. Jangan hanya bangga jika bisa berbahasa asing.

Bahasa daerah memang kalah populer di kalangan anak muda sekarang. Karena mereka kebanyakan menganggap bahwa bahasa daerah itu kuno, kampungan, dan tidak keren. Padahal jelas tidak begitu, bahasa daerah seharusnya menjadi kebanggaan karena salah satu identitas yang membuat masyarakat Indonesia unik.

Bahasa daerah akan punah jika bukan penduduk setempat yang melestarikannya. Sayang sekali jika sampai punah. Maka dari itu sudah saatnya kita menumbuhkan pemikiran pada generasi muda bahwa penting untuk melestarikan bahasa daerah. Bahasa daerah itu keren, tidak kalah keren dengan bahasa asing. Hidupkan kembali mata pelajaran muatan lokal yang mengajarkan bahasa daerah di sekolah-sekolah, agar keberlangsungan bahasa daerah terus terjaga.

Untuk para perantau jika bertemu dengan orang yang asli daerahnya sama, janganlah malu mengobrol dengan bahasa daerah. Karena ini juga merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi.

Banyak perantau yang malu mengakui kalau mereka bukan asli di tempat tersebut dan tidak mau menggunakan bahasa daerah saat berkumpul sesama perantau satu daerah. Tetapi kalau memang bersama orang yang berbeda asal, tetap gunakanlah bahasa Indonesia. Utamakan bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing, lestarikan bahasa daerah.

Sudah saatnya kita yang menjadi duta untuk bahasa daerah kita masing-masing. Ciptakan citra yang baik terhadap bahasa daerah. Kalau bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi?

*Penulis adalah peserta magang Tugu Media Group.

  • Bagikan