• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pelabuhan Tuban tempo dulu. (Foto: Dokumen/Dinas Kearsipan Tuban)

Pelabuhan Tuban tempo dulu. (Foto: Dokumen/Dinas Kearsipan Tuban)

Jejak Sejarah Pelabuhan Tuban: Megah, Redup, Menghilang

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Sastra & Budaya, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – 1.000 tahun silam, di pesisir utara Pulau Jawa, beragam jenis kapal dari penjuru negeri hilir mudik ke sana kemari. Ramai. Riuh. Nama tempat itu adalah Tuban. Kota pesisir di ujung timur Pulau Jawa yang begitu maju dengan pelabuhan besarnya yang mendukung perdagangan masa itu. Nama Pelabuhan Tuban pun menjadi terkenal dan tercatat di catatan-catatan sejarah.

Mengutip dari beragam sumber sejarah, Pelabuhan Tuban merupakan tempat bersejarah masa-masa kerajaan di Jawa, khususnya Jawa Timur. Tapi, roda terus berputar. Pelabuhan Tuban yang dulunya megah pada masanya itupun pada akhirnya harus meredup, dan sekarang hilang dimakan zaman.

You might also like

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Dalam buku berjudul “Catatan Sejarah 700 Tahun Tuban” karya R Soepomo yang juga mengutip kitab Pararaton, menjelaskan bahwa Pelabuhan Tuban sudah ada sejak masa Raja Airlangga, raja sekaligus pendiri Kerajaan Kahuripan. Yakni antara tahun 1019-1041.

Masih dalam buku yang sama, Raja Airlangga merupakan penguasa wilayah termasuk daerah Tuban. Ia mengatur pemerintahannya dengan rapi dalam hal perniagaan.

Untuk perdagangan antar pulau di Nusantara, tercatat dipusatkan di Pelabuhan Ujung Galuh. Sedangkan untuk pelabuhan internasional, dipusatkan di Pelabuhan Tuban.

Untuk mendapatkan keamanan dan mendapat kebebasan membayar pajak, para saudagar yang berlabuh di Pelabuhan Tuban mendapatkan cap stempel Murkha dari Kerajaan Kahuripan. Bukti itu tertulis di prasasti Kambang Putih yang berada di Kota Tuban saat ini.

Sementara iitu, dalam buku Sultan Fattah Abdur Rahim mencatat Pada awal tahun 1275 M, keberadaan Pelabuhan Tuban sangat berperan penting dalam berdirinya kerajaan.

Di mana menurut catatan, Pelabuhan Tuban didatangi utusan dari Kubilai Khan yang bernama Meng Qi. Utusan Kubilai Khan datang ke Jawa bertujuan untuk menyampaikan pesan agar kerajaan Singosari yang dipimpin oleh Raja Kertanegara tunduk ke Kubilai Khan.

Namun usaha itu gagal karena Raja Kertanegara menolak permintaan itu, dan merusak wajah Meng Qi beserta memotong telinganya.

Mengetahui hal itu, Kubilai Khan sangat marah atas pelecehan tersebut. Kemudian Pada tahun 1292 M, Kubilai Khan mengerahkan pasukannya secara besar-besaran ke Jawa untuk menuntut balas dendam yang dipimpin oleh tiga panglima perang yaitu, Ika Mese, Shi Bi, dan Gaoxing. Sampainya pasukan Kubilai Khan di Jawa dibagi menjadi dua bagian, ada yang berlabuh lewat Pelabuhan Tuban dan sebagiannya berlabuh di Pelabuhan Gresik.

Pelabuhan ini juga pasukan Tartar berhasil dipukul mundur oleh pasukan Raden Wijaya. Yang berhasil dikalahkan oleh Raden Wijaya dengan diracun memakai pohon Jinu yang mampu memabokkan, kemudian diserang dengan keadaan tidak sadar. Tetapi sebagian dari pasukan Kubilai Khan berhasil kembali ke Mongol.

Raja Kertanegara Pada tahun 1292 akhir mempunyai keinginan untuk mempersatukan Nusantara. Melihat kekuasaannya yang sudah kuat di Jawa, Ia menugaskan Kebo Anabrang sebagai pemimpin dalam ekspedisi tersebut. Ekspedisi tersebut bernama Ekpedisi Pamalayu, karena ingin mempersatukan daerah Melayu yang notabenya adalah Nusantara.

Kebo Anabrang mempersiapkan pasukannya untuk memulai Ekpedisi Pamalayu di mulai dari Pelabuhan Tuban yang peristiwa tersebut diabadika dalam prasasti yang dibangun pada tahun 2010 oleh Bupati Tuban.

Dari beberapa tersebut dapat disimpulkan bahwa Pelabuhan Tuban sudah ada sejak abad ke-11.

Lalu, yang menjadi pertanyaan, kenapa Pelabuhan Tuban hilang? Kemudian kapan hilangnya?

Hal tersebut sangat sulit dilacak. Namun, setidaknya ada beberapa sumber literasi sejarah yang dapat dibuat pijakan dalam penelusuran.

Masih dalam buku Catatan Sejarah 700 Tahun Tuban dan beberapa sumber yang dikumpulkan Tugu Jatim, kejayaan Tuban berangsur-angsur padam dimulai dari masa Majapahit akhir abad 15. Hal itu disebabkan oleh keadaan yang berbalik.

Sumber Cina menyebut bahwa Tuban telah berubah sebagai sarang lanun, perompak, atau bajak laut. Kapal-kapal dagang lebih memilih singgah di Gresik dan Surabaya yang kondisinya kini lebih kondusif.

Penyebab lain adalah ekspansi militer Mataram, yang merupakan negara agraria, yang mengubur kota-kota pelabuhan makmur berbasis maritim di Jawa timur. Pada awal peperangan, Tuban, Surabaya dan aliansinya terbilang amat tangguh dan sulit ditaklukkan. Strategi sultan Agung berhasil mengganggu komunikasi musuh yang berujung pada terpecah belahnya kepercayaan anggota aliansi tersebut.

Sultan agung di tahun 1614 M, menyerang habis-habisan berhasil memukul mundur lasem sehingga wilayah Wira Saba (Maja Agung) Setahun berikutnya, berturut-turut Pasuruan dan Tuban berhasil dikalahkan.

Setelah kekalahan Tuban dan bergulingnya Adipati Tuban Pangeran Arya Dalem (Trah Raden Dandang Wacono). Hirarki kepemimpinan Tuban ditentukan Mataram. Di sinilah Pelabuhan Tuban benar-benar meredup. Hingga memasuki masa Kolonial Belanda, Pelabuhan Tuban akhirnya mengalami stagnasi dan menghilang.

(Agus Set/gg)

Tags: JawaJawa TimurkerajaanpelabuhanSejarahSejarah TubanTuban
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

Next Post
Ilustrasi tren fashion tahun 2021. (Foto: Pexels)

5 Pakaian yang Bakal jadi Tren Fashion Tahun 2021

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID