Jembatan Penghubung Desa Sumberrejo Kentong Bojonegoro dengan Selogabus Tuban Longsor, Jalan Ditutup Sementara

Jembatan Penghubung Desa Sumberrejo Kentong Bojonegoro dengan Selogabus Tuban Longsor, Jalan Ditutup Sementara

  • Bagikan
Jembatan penghubung Desa Sumberrejo Kentong, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban yang longsor akibat hujan deras di sisi Desa Sumberrejo Kentong. (Foto: Mila Arinda/ Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Jembatan yang menghubungkan Desa Sumberejo Kentong, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban mengalami longsor.

Dengan kejadian ini, jembatan desa yang menghubung kedua kabupaten itu ditutup sementara bagi kendaraan roda empat maupun roda dua yang bermuatan berat.

Longsornya jembatan terjadi dikedua sisi baik dari Desa Sumberrejo Kentong maupun Desa Selogabus. Sesuai pantauan Tugu Jatim, longsor paling parah terjadi di bagian Desa Sumberrejo Kentong.

Menurut warga sekitar, longsornya jembatan awalnya diakibatkan dari pembangunan pelebaran jembatan, ditambah lagi debit air Kali Kening tersebut sangat deras.

“Awalnya ada pembangunan pelebaran jembatan, yang bawah itu dikeruk mau dipondasi. Tapi pas belum selesai pengerjaannya, air sungai ini deras, soalnya akhir-akhir ini kan juga hujan. Otomatis membuat tanah itu longsor,” kata warga setempat, Uswatun Karomah, Jumat (03/12/2021).

Warga membawa jerami basah yang ingin melewati jembatan dan disuruh putar balik. (Foto: Mila Arinda/ Tugu Jatim)

Awal longsor yang diungkapkan Uswatun terjadi lima hari lalu itu belum seberapa. Longsor justru semakin meluas akibat hujan yang menerjang daerahnya pada Kamis (02/12/2021) malam.

Bahkan, warga yang rumahnya dibantaran Kali Kening ini telah memindahkan kandang miliknya agar tak ikut tergerus air.

Akibat dari kejadian ini, warga setempat melakukan penutupan sementara di jembatan penghubung Desa Sumberrejo Kentong ke arah Desa Selogabus, maupun sebaliknya. Meski sudah diberi himbauan sebelum masuk ke jembatan, warga masih saja nekat melewati jembatan ini.

Untuk itu, warga yang berjaga masih memberikan izin bagi pemotor yang tidak membawa beban berat untuk bisa melewati jembatan.

“Kalau roda dua masih boleh lewat. Tapi kalau roda duanya bermuatan berat seperti orang bawa jerami basah itu tidak bisa lewat, kami suruh putar balik,” ujar Sukijan, warga yang mengatur lalu lintas di jembatan tersebut.

Sukijan meminta masyarakat yang tidak bisa melewati jembatan itu, bisa menggunakan alternatif jembatan lain yaitu Jembatan Kereta Api Lama.

“Bisa melewati jembatan kereta api lama, dari Kentong ke Margorejo-Tuban,” kata dia.

  • Bagikan